Temuan Aibon, Formappi: Kerja Wakil Rakyat Seperti yang Dilakukan PSI :: Nusantaratv.com

Temuan Aibon, Formappi: Kerja Wakil Rakyat Seperti yang Dilakukan PSI

Pelaporan William dinilai sebagai upaya melindungi korupsi dengan basa-basi etiket
Temuan Aibon, Formappi: Kerja Wakil Rakyat Seperti yang Dilakukan PSI
William Aditya Sarana

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya, dilaporkan gara-gara temuannya terhadap anggaran lem Aibon yang tak wajar. William dilaporkan ke Badan Etik DPRD karena dinilai telah melanggar etika oleh Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto.

Baca juga: Disebut Anies 'Orang Baru Sedang Manggung', PSI: Kami Disumpah Jaga Uang Rakyat 

William juga sempat ditegur oleh anggota DPRD Fraksi Gerindra Inggard Joshua, karena dinilai bersikap tak etis dan tak memiliki tata krama, lantaran memutuskan menyampaikan temuannya ke media sosial, bukan forum rapat DPRD. 

Peneliti Forum Masyarakt Perduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus, heran dengan sikap anggota DPRD DKI yang menolak cara William atau PSI membuka anggaran ke publik. Padahal, cara tersebut merupakan upaya menjauhkan para wakil rakyat dari sikap koruptif.

"Yang dilakukan PSI sesungguhnya menegakkan etika, bagaimana menghidupkan nilai keterbukaan dalam proses penyelenggaraan negara. Di dalam negara demokrasi, DPRD itu hanyalah delegasi yang menjalankan mandat yang diberikan oleh rakyat selaku pemilik mandat. Jangan menyangka karena sudah terpilih, anggota DPRD bisa mewakili segala hak pemilik mandat dan karenanya mengambil keputusan atau membuat kebijakan tanpa melibatkan pemilik mandat," ujar Lucius di Jakarta, Senin (4/11/2019). 

Menurut Lucius, apa yang dilakukan PSI bagian dari tanggung jawab atas pemilik mandat, yaitu rakyat. Sebab, masyarakat perlu tahu bagaimana wakil mereka bekerja dalam membahas anggaran, apa saja yang dianggarkan dan berapa budget yang disediakan, serta apakah anggaran itu rasional atau mengada-ada.

"Kerja wakil rakyat itu mestinya seperti yang dilakukan PSI itu. Mereka tahu diri bahwa mereka memang dipilih untuk bekerja atas mandat yang diberikan pemilih dan karenanya selalu memberitahukan apa yang dilakukan dalam proses yang terjadi di DPRD," papar dia.

Upaya pelaporan juga dinilai berlebihan. Sebab yang dilakukan PSI melalui William, bertujuan positif, untuk mengubah budaya lama di DPRD DKI.

"Jadi alasan etik yang dipakai untuk memproses Anggota PSI yang bertindak dengan prinsip etis justru yang menyesatkan. Mereka berkelit menyalahkan PSI hanya karena tak mau menanggung malu atas penelanjangan anggaran janggal yang ada dalam KUA PPAS. Orang-orang ini menyempitkan etika hanya sebagai etiket, bukan nilai moral. Etiket itu sopan santun yang hidup dalam masyarakat. sementara etika itu memuat nilai moral universal. Korupsi  itu coba dilindungi dengan basa basi etiket, soal sopan santun semata, bukan soal benar atau salah secara moral," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0