Setuju Jakarta Dikarantina, 'Wanita Emas': Jangan Sampai Kayak Italia :: Nusantaratv.com

Setuju Jakarta Dikarantina, 'Wanita Emas': Jangan Sampai Kayak Italia

Menurut dia kondisi wabah corona di Ibu Kota semakin mengkhawatirkan
Setuju Jakarta Dikarantina, 'Wanita Emas': Jangan Sampai Kayak Italia
'Wanita Emas' atau Hasnaeni. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mantan calon gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni atau 'Wanita Emas', setuju Ibu Kota di-lockdown atau dikarantina guna mengatasi penyebaran virus corona yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Baca juga: Jika APD Tak Dipenuhi, IDI Ancam Mogok Tangani Pasien Corona 

Mengingat dari total 1.046 orang yang terinfeksi covid-19 di Indonesia, per Jumat (27/3/2020), 598 orang di antaranya berasal dari Jakarta. DKI juga menjadi penyumbang korban meninggal akibat corona terbanyak di Indonesia.

"Saya setuju dengan kebijakan lockdown atau karantina wilayah di Jakarta," ujar Hasnaeni dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020). 

Kebijakan karantina Ibu Kota, menurut Hasnaeni penting dilakukan. Agar penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu tak meluas, dan semakin membuat kondisi seluruh aspek kota dan negara ini kian memburuk. 

Ia mengingatkan agar Indonesia terutama Jakarta, belajar dari Italia. 

"Kalau enggak di-lockdown, bisa semakin banyak yang terinfeksi covid-19. Kita jangan sampai kaya Italia baru dikarantina," tutur Hasnaeni. 

Setelah dikarantina, ia ingin agar orang tertentu saja yang hanya diperbolehkan keluar-masuk dan lalu-lalang di Ibu Kota. Terutama aparat-aparat pemerintah, yang berkepentingan dalam penanganan corona, seperti yang membawa alat kesehatan, obat, bahan pangan dan lainnya, serta orang-orang yang hendak memenuhi kebutuhan pangan dan urusan yang sangat mendesak. 

Ia secara pribadi, mengaku semakin cemas dengan kondisi penyebaran corona di Indonesia, terutama DKI. Bahkan untuk keluar rumah saja, Hasnaeni mengaku waswas. 

Hasnaeni sendiri cukup sering bepergian ke luar negeri, untuk berbagai kepentingan. Semenjak mewabahnya corona di ratusan negara dunia, ia pun menyetop sementara kunjungannya. 

"Sudah hampir satu bulan saya di rumah saja, tidak pernah keluar rumah. Mungkin keluar saat ke supermaket saja. Itu pun udaranya sangat tidak enak di luar, dan saya merasa lebih aman di dalam rumah," jelasnya. 

Ia yakin kecemasan serupa juga melanda para warga lainnya. Karena itu ia berharap ada penanganan yang lebih signifikan dampaknya, dalam menanggulangi wabah corona di negara ini. 

"Sejauh ini apa yang dilakukan pemerintah atau negara sudah sangat bagus. Tinggal terakhir pemerintah perlu mempertimbangkan mengambil keputusan untuk melakukan lockdown. Sehingga seluruh upaya penanganan corona berjalan optimal," tandas Hasnaeni. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0