Seknas FITRA: Ada Korelasi Pemotongan Anggaran dengan Banjir Jakarta :: Nusantaratv.com

Seknas FITRA: Ada Korelasi Pemotongan Anggaran dengan Banjir Jakarta

Menurut Misbah naturalisasi tak kunjung dikerjakan lantaran tak jelas
Seknas FITRA: Ada Korelasi Pemotongan Anggaran dengan Banjir Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau banjir di Pintu Air Manggarai.

Jakarta, Nusantaratv.com - Sekretariat Nasional (Seknas) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), menilai pemotongan anggaran penanganan banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berhubungan dengan banjir Jakarta yang terjadi saat ini.

Baca juga: Warga yang Rugi Akibat Banjir Jakarta Bisa Gugat Anies 

"Benar, menurut saya ini berkolerasi (kondisi banjir dengan pemotongan anggarannya)," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Seknas FITRA Misbah Hasan, saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).

Anies diketahui dua kali memotong anggaran penanganan banjir yakni pada APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 242 miliar dan anggaran penanganan banjir tahun 2019, sebanyak Rp 500 miliar.

Menurut Misbah, pemotongan anggaran terjadi lantaran konsep naturalisasi sungai di Jakarta yang digagas Anies, tak jelas penerapannya.

Naturalisasi sebelumnya dilontarkan Anies saat kampanye Pilkada DKI 2017. Konsep ini disebutnya akan menggantikan upaya normalisasi sungai, sebagai penanggulangan banjir.

"Faktor mengapa ada pemotongan anggaran pengendalian banjir menurut saya, satu, karena konsep naturalisasi Anies Baswedan tidak jelas. TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) juga tidak berkontribusi terhadap konsep ini, tidak ada  dokumen strategis yang dikeluarkan," kata dia

Misbah sependapat dengan penilaian bahwa Anies tersandera janji kampanyenya yang tak menggusur warga. Karena melalui pengerjaan normalisasi maupun naturalisasi, dipastikan hunian warga yang ada di sepanjang bantaran sungai dipindah atau digusur.

"Selain itu, konsep naturalisasi juga tidak jelas, tidak dijalankan selama dua tahun ini, karena dinas atau sudin (suku dinas terkait) pasti bingung mau mulai dari mana," kata dia.

Pemotongan anggaran penanganan banjir, juga karena serapan yang rendah dari Dinas Sumber Daya Air DKI. Untuk tahun 2019, realisasi anggaran dinas tersebut mencapai 64,1 persen dari total anggaran Rp 3,87 triliun.

Bahkan, kata dia, di tahun 2020 anggaran penanganan banjir dan abrasi turun Rp 672 atau 21 persen, dibanding anggaran 2019.

"Anggaran Dinas Sumber Daya Air di 2019 Rp 3,87 triliun. Realisasi keuangan 60,6 persen. Realisasi fisik 67,6 persen. Jadi realisasi kinerjanya 64,1 persen. Ini di bawah standar kinerja," jelas Misbah.

Diketahui, banjir melanda Jakarta akibat hujan lebat mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020). Kondisi ini sempat membuat 62 ribu warga mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir, dan 9 orang meninggal dunia. Banjir ini disebut yang terburuk selama beberapa dekade.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0