Rugi Gara-gara Banjir, 243 Warga DKI Gugat Anies

Mereka menuntut ganti-rugi sekitar Rp 42 miliar
Rugi Gara-gara Banjir, 243 Warga DKI Gugat Anies
Banjir Jakarta. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sebanyak 243 warga Jakarta korban banjir, menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Gugatan class action yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini, didampingi tim kuasa hukum dari Tim Advokasi Banjir DKI Jakarta 2020.

Baca juga: Usai Kasudin SDA, Polisi Bakal Panggil Saksi Lain Terkait Banjir Jakarta

"Setelah berproses lebih dari satu minggu, kami membuka pendaftaran bagi para warga korban banjir Jakarta. Ada 670 orang korban yang mendaftar kami dan diverifikasi lengkap bisa menjadi penggugat sebanyak 243 orang," ujar anggota Tim Advokasi Banjir DKI Jakarta 2020, Azas Tigor Nainggolan, Selasa (14/1/2020).

Gugatan dengan nomor registrasi Nomor 27/Pdt.GS/Class Action/2020/PN.Jkt.Pst.,
telah didaftarkan pada Senin (14/1/2020). Mereka menuntut ganti atas kerugian yang dialami.

Ratusan korban banjir diwakili lima korban yakni, Bilmar P. Limbong, Tri Agus Arianto, R. Yunita Turnip, Alfius Christono dan Syahrul Partawijaya, serta didampingi 13 orang kuasa hukum dari Tim Advokasi Banjir DKI Jakarta 2020. Mereka semua merupakan warga DKI terdampak bencana itu.

"Total kerugian yang dialami oleh 243 orang korban adalah sebesar Rp 42.334.600.149," jelas

Azas menjelaskan, inti gugatan 243 korban banjir ini adalah gugatan tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa (onrechmatige overheidsdaad) terkait tidak berjalannya early warning Slsystem (EWS) dan emergency response (ER).

"Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan bencana," tandasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0