Pilih Dirjen Bimas Katolik Beragama Islam, Kemenag: Mohon Maaf :: Nusantaratv.com

Pilih Dirjen Bimas Katolik Beragama Islam, Kemenag: Mohon Maaf

Posisi ini menurut Menag untuk sementara
Pilih Dirjen Bimas Katolik Beragama Islam, Kemenag: Mohon Maaf
Nur Kholis Setiawan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan memohon maaf atas pemilihan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik yang bukan berasal dari agama Katolik, tapi dari Islam.

Baca juga: Plt Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam, Pengamat Intelijen Senior: Tidak Bijak dan Sembrono

"Saya mohon maaf atas semua kekhilafan tersebut," ujar Nuh Kholis dalam keterangannya, Selasa (11/2/2020).

Nur mengakui kurang cermat ketika membaca surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian, yang membolehkan pejabat Eselon II sebagai Plt Pejabat Eselon I.

Ia masih terpaku pada pertimbangan administrasi keuangan tentang tak dimungkinkannya rangkap jabatan antara kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, serta pejabat penandatangan surat perintah membayar.

Sehingga, memberikan saran yang kurang tepat kepada Menteri Agama Fachrul Razi terkait penunjukan Plt Dirjen.

Posisi Dirjen Bimas Katolik diketahui kosong sejak Juli 2019.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, menjelaskan Nur Kholis ialah pejabat sementara lantaran pejabat sebelumnya, yaitu Eusabius Binsasi, pensiun semenjak bulan Juli 2019.

"Untuk sementara Dirjen Bimas Katolik yang sebelumnya dijabat Eusabius Binsasi karena memasuki usia pensiun sejak bulan Juli 2019 lalu, maka agar tidak terjadi kekosongan, diangkat pejabat Pelaksana Tugas Sekjen Prof Dr Nur Kholis Setiawan sampai ada pejabat yang baru secara definitif," papar Zainut, Senin (10/2/2020).

Penunjukan Nur Kholis sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik itu merujuk pada Surat Edaran (SE) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SE/VII 2019.

Berdasarkan ketentuannya, pelaksana tugas dalam jabatan pimpinan tinggi, administrator, dan jabatan pengawas hanya boleh diisi pejabat setingkat atau setingkat lebih tinggi.

Sementara itu, menurut Zainut hanya ada satu orang pejabat eselon I di lingkungan Bimas Katolik.

"Pejabat eselon I di lingkungan Bimas Katolik itu hanya ada satu. Sementara selebihnya adalah eselon II dan III, jadi tidak mungkin Plt diambil dari lingkungan Ditjen Binmas Katolik," jelasnya.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, lelang jabatan untuk mengisi posisi Dirjen Bimas Katolik definitif berlangsung mulai pekan depan.

"Nanti kan ada prosedurnya, itu melalui lelang jabatan. Enggak bisa begitu kosong kami isi. Lelang jabatan sudah dibentuk timnya, mungkin saya kira minggu depan sudah dilakukan," ujar Fachrul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Pengisian jabatan pelaksana tugas harus berasal dari jenjang yang sama yakni jabatan tingkat eselon I.

Fachrul mengungkapkan telah menandatangani surat lelang jabatan Dirjen Bimas Katolik. Ia pun memastikan jabatan itu bakal diisi pejabat beragama Katolik.

"Sudah jelas dong, yang bukan agama Katolik enggak boleh ikut ya," tandas Fachrul.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0