Perampok Toko Kambuhan Ditembak Mati Polisi :: Nusantaratv.com

Perampok Toko Kambuhan Ditembak Mati Polisi

Polisi tembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan yang bolak-balik masuk penjara
Perampok Toko Kambuhan Ditembak Mati Polisi
Konferensi pers Polda Metro Jaya tentang penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan

Jakarta, Nusantaratv.com -Residivis atau penjahat kambuhan berinisial D (32) ditembak mati polisi karena melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (2/7/2019). Pelaku merupakan perampok sebuah toko kelontong,  Sementara rekannya berinisial HP (25), ditembak kakinya lantaran hendak melarikan diri kala diringkus petugas.

Pengungkapan kasus bermula dari adanya laporan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), di Toko Alva Store, Kota Tangerang. Lalu, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

"Setelah melakukan penyelidikan, bertanya kepada saksi, membuka data base berkaitan dengan kasus-kasus curas, penyidik menemukan dua nama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Mulanya polisi menangkap HP di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Kemudian petugas membawanya guna dilakukan pengembangan.

"Setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap tersangka HP, ternyata tersangka ini berdua dengan tersangka D melakukan kegiatan pencurian dengan kekerasan," jelas dia.

Polisi lalu membekukan D di kawasan Palmerah. Tapi ketika hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas. Tersangka D akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan darah pada saat dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kita lakukan tindakan tegas terukur (tembak), namun dalam perjalanan kehabisan darah. Tersangka D adalah residivis. Kemudian sudah melakukan kegiatan curas baik itu di toko pakaian, kelontong sudah lebih dari lima kali. Ada laporan polisinya," tutur Argo.

Sementara HP, ditembak kakinya karena berusaha kabur dari mobil ketika aparat ingin menangkap tersangka D.

Adapun modus kedua pelaku ialah dengan berkeliling naik sepeda motor mencari target ketika toko mau tutup, sekira jam 21.00 WIB. Para pelaku beraksi di pinggiran Jakarta, seperti Bekasi, Depok dan Tangerang.

"Saat jalan observasi, dia menemukan toko yang dijaga sendiri, kemudian dia berhenti pura-pura mau beli. Kebetulan di Toko Alva Store hanya ada kasir (ketika kejadian), jadi ada kesempatan masuk," beber Argo.

Ketika situasi dirasa aman, imbuh dia, kedua pelaku langsung mengeluarkan golok yang memang selalu dibawa ketika beraksi. Polisi menjerat HP Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

"Golok ini selalu diselipkan di pinggang, dan langsung diambil, diarahkan ke leher korban. Dua-duanya menggunakan golok, sehingga korban takut cemas. Lalu tersangka mengambil handphone dan uang di laci kasir, kemudian melarikan diri," tandasnya. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0