Peradi Sebut NMCC Tata Usaha Negara Baru Pertama Kali di RI :: Nusantaratv.com

Peradi Sebut NMCC Tata Usaha Negara Baru Pertama Kali di RI

Kompetisi ini merupakan program dengan pengerjaan paling lama
Peradi Sebut NMCC Tata Usaha Negara Baru Pertama Kali di RI
NMCC Peradi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Panitia National Moot Court Competition (NMCC) yang digelar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Bambang Hariyanto, menyebut kompetisi itu pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Terutama lomba peradilan semu tingkat nasional, dengan bidang tata usaha negara. 

​​​​​​Baca juga​​​​​​: Gelar Kompetisi Peradilan Semu, Otto: Sumbangsih Peradi ke Pendidikan Advokat 

"Belum pernah sampai saat ini yang kita yakini kompetisi moot court dengan tema tata usaha negara," ujar Bambang di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Minggu (9//2/2020).

Sejauh ini, kata dia tim moot court yang disiapkan lebih banyak untuk persidangan pidana dan perdata. Kompetisi yang ada juga lebih banyak mengenai dua tema itu.

"Peradi memilih tema ini karena memang belum pernah ada yang memilih, dan belum pernah ada lomba skala nasional," jelasnya.

Kompetisi jenis ini, menurut Bambang merupakan idaman dan kebutuhan setiap perguruan tinggi di Indonesia, khususnya fakultas hukum. Tim moot court mereka kerap diikutsertakan dalam perlombaan yang digelar.

Karena belum pernah ada, Peradi berusaha memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan NMCC. Salah satunya caranya dengan mengadakan workshop mengenai peradilan tata usaha negara untuk membekali para mahasiswa yang menjadi peserta.

"Kami juga mendatangi mereka para mahasiswa satu per satu di empat kota. Ajang ini memang berbiaya besar, namun inilah sumbangsih kita di dunia pendidikan hukum di Indonesia," jelas Bambang.

Sementara, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan, mengungkapkan NMCC merupakan progam yang paling lama dikerjakan, yakni memakan waktu hingga satu tahun.

"Ini program ‎terlama tapi tidak mahal. Ada program Peradi yang lebih mahal, namun singkat," ujarnya.

Lebih lanjut, setelah pulang kembali ke daerah asal, kata dia para mahasiswa pemenang dan peserta kompetisi lainnya, jika berminat bisa bergabung dengan Peradi. Fauzie pun menjamin akan ada kemudahan menjadi anggota Peradi bagi mereka.

"Adik-adik akan kembali ke daerah, kami punya pengurus di daerah, silakan komunikasi. Jadi jika sudah lulus yang ikut ini, hemat saya tidak perlu tes, wawancara saja cukup," tandasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0