Penetapan Status PSBB Jakarta Masih Dikaji :: Nusantaratv.com

Penetapan Status PSBB Jakarta Masih Dikaji

Keputusan itu nantinya diambil Menteri Kesehatan dan atas masukan Kepala BNPB
Penetapan Status PSBB Jakarta Masih Dikaji
Kota Jakarta. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Ibu Kota ditetapkan sebagai wilayah yang masuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Jelang PSBB, Anies Diminta Perhatikan Nasib Ojol dan Pekerja Informal 

Menurut Ketua Tim PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto permintaan Anies masih dikaji.

"Masih dibahas gugus tugas," ujar Yurianto, Minggu (5/4/2020).

Diketahui, mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB, daerah yang bisa mengajukan status PSBB harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain memiliki jumlah kasus dan/atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah. Lalu, terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Kemudian, kepala daerah juga harus menyampaikan informasi mengenai kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial, dan aspek keamanan.

Usai semua data diberikan daerah, akan dikaji terlebih dahulu oleh tim penetapan PSBB. Tim ini yang selanjutnya memberikan rekomendasi penetapan PSBB kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam waktu paling lama satu hari sejak diterimanya permohonan penetapan.

Kemudian, Terawan mengambil keputusan dengan meminta pertimbangan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Anies sendiri sudah mengirimkan surat permohonan penetapan PSBB sejak 2 April 2020, atau sehari sebelum Terawan meneken PMK 9/2020 tentang PSBB.

Selain Jakarta, Bupati Fakfak, Papua Barat dikabarkan turut mengajukan permohonan status PSBB.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0