Pelanggar PSBB DKI Masih Banyak, 'Wanita Emas': Anies Kurang Tegas :: Nusantaratv.com

Pelanggar PSBB DKI Masih Banyak, 'Wanita Emas': Anies Kurang Tegas

Menurutnya saat ini Anies pihak paling bertanggung jawab jika kasus corona di Jakarta tak kunjung turun
Pelanggar PSBB DKI Masih Banyak, 'Wanita Emas': Anies Kurang Tegas
'Wanita Emas' atau Hasnaeni. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak tegas dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Hal ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang melanggar aturan dalam PSBB, salah satunya tetap berkerumun.

Baca juga: Prediksi 106 Ribu Orang Bisa Tertular Corona, UI Saran PSBB Nasional 

​​​​​"Di Jakarta PSBB diberlakukan tapi masih bayak orang berkumpul saya lihat. Masyarakat belum sadar akan bahaya virus ini," ujar 'Wanita Emas' atau Hasnaeni, Senin (20/4/2020). 

Hasnaeni pun mengaku masih sering menyaksikan masyarakat yang tak mengenakan masker. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta maupun pemerintah pusat telah mengimbau agar masker digunakan saat keluar rumah, untuk mencegah penularan covid-19.

"Masih banyak sepanjang jalan yang kumpul di warung, enggak pakai masker. Sempat saya juga mampir ke rumah teman saya Ki Joko Bodo, di supermaket wilayah rumahnya masih banyak yang berkerumun," jelasnya. 

Belum lagi masih banyaknya perusahaan-perusahaan atau usaha-usaha di Jakarta yang tetap melakukan aktivitas perkantoran. Hal ini yang membuat angkutan umum seperti kereta rel listrik (KRL) commuterline Jabodetabek, masih dipadati penumpang di hari kerja ketika PSBB. 

"Jadi kesimpulan saya bahwa Anies kurang tegas. APBD DKI itu sangat banyak Rp 87 triliun, sehingga banyak yang seharusnya bisa diperbuat. Bukan seperti yang lalu, tebang pohon terus ditanam lagi, seolah tidak ada hal lainnya yang lebih urgent," paparnya.

"Jangan juga nasibnya nanti seperti penanganan banjir, anggaran yang dikeluarkan sudah besar sekitar Rp 2,7 triliun, atau mungkin lebih. Tapi persoalannya tak kunjung tuntas, rumah saya saja dua kali kebanjiran pada awal tahun lalu," sambungnya. 

Menurut Hasnaeni, setelah PSBB diterapkan, Jakarta tak lagi membutuhkan teori atau kata-kata guna mengoptimalkan kebijakan tersebut. 

Tapi komitmen dan konsistensi aparatur pemerintah khususnya Pemprov DKI, untuk mengambil tindakan tegas jika menemukan pelanggaran. Sehingga, kebijakan tersebut tak sia-sia dan tujuan utamanya bisa tercapai. 

"Kalau pemimpin yang juga dibutuhkan itu tindakan. Bukan hanya pidato, ceramah dan kasih kuliah. Masyarakat Jakarta terutama saat ini, butuh pemimpin yang tegas dan yang bertindak cepat," tuturnya. 

Hasnaeni berharap Anies segera mengambil tindakan agar PSBB berjalan optimal. Ia tak ingin nantinya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, kembali menyalahkan pihak lain lantaran PSBB dinilai tak sesuai harapan.

"Kalau kemarin-kemarin beliau seakan menyalahkan pemerintah pusat. Nah sekarang tidak ada lagi alasan, karena PSBB sudah disetujui dan pemberian bantuan ke masyarakat juga telah disokong oleh pemerintah pusat. Sehingga kalau angka penularan corona di Jakarta masih tinggi, beliau yang patut bertanggung jawab," tandas mantan bakal calon gubernur DKI Jakarta itu. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0