Operasi TMC Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek :: Nusantaratv.com

Operasi TMC Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek

BNPB Akan Terus Melakukan Operasi TMC Guna Menghindari Hujan Dengan Intensitas Sedang Hingga Lebat di Wilayah Jabodetabek.
Operasi TMC Signifikan Turunkan Intensitas Hujan Lebat Jabodetabek
Operasi TMC signifikan turunkan intensitas hujan lebat Jabodetabek. (Dok. Humas BNPB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BPPT (Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan dukungan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah berhasil menurunkan intensitas hujan sedang-lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), seperti pada Senin (6/1/2020).

BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek. Pada Selasa (7/1/2020), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI ini melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. 

"Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton. Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan," ujar Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, dikutip dari laman BNPB, Rabu (8/1/2020).

Disebutkannya, ada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda.

Sedangkan sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

Baca Juga: Pak Anies! Cuma di Jakbar yang Banjirnya Belum Surut

"BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC mengingat manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek. Sejak dilakukan pada 3 Januari 2020, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton," ungkapnya.

Penerapan TMC bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295.

Agus menambahkan pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan.

Oleh sebab itu, ungkap Agus, guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memang masih ada di Jakarta, terutama pada periode 9-12 Januari 2020. BMKG memprediksi intensitas hujan tidak se-ekstrim curah hujan pada 1 Januari 2020.

"Menanggapi peringatan dini cuaca (weather alert) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 12 Januari 2020 yang akan datang, masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik," tuturnya. 

"Senada dengan peringatan dini tersebut, kita tetap waspada, siaga dan menyiapkan rencana darurat keluarga. Langkah ini juga perlu diterapkan oleh setiap keluarga di Indonesia, mengingat potensi bahaya bisa terjadi kapan pun dan di mana pun," tukas Agus.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0