Mendag Diminta Tetap Pakai RIPH dalam Impor Bawang Putih dan Bombai :: Nusantaratv.com

Mendag Diminta Tetap Pakai RIPH dalam Impor Bawang Putih dan Bombai

Ada ketentuan hukum dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dengan RIPH
Mendag Diminta Tetap Pakai RIPH dalam Impor Bawang Putih dan Bombai
Bawang putih. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengamat pertanian sekaligus Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmaja meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengikuti aturan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dalam memutuskan kebijakan impor bawang putih dan bawang bombai.

Baca juga: Jokowi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Saat Puncak Wabah Corona 

"Saya mau bilang bahwa soal impor bawang ini sudah lah pakai RIPH saja. Selain ada ketetapan hukum berupa undang-undang, RIPH juga memberi syarat berupa wajib tanam 5 persen," ujar Entang, Senin (23/3/2020). 

Mengenai kebijakan impor, menurut Entang sebaiknya Kemendag melakukan dialog terbuka dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Komunikasi yang baik perlu dijalin, mengingat kolaborasi dan kekompakan kedua lembaga negara ini sangat dibutuhkan dalam mendorong percepatan ekonomi bangsa.

"Memang sebaiknya Kemendag diskusi dulu dengan Kementan sebelum mengambil kebijakan impor. Apalagi jika sampai berkirim surat ke Presiden. Kan sudah jelas di Kementan punya RIPH," tuturnya.

Kebijakan impor, Entang menilai, merupakan hal yang wajar di dalam kehidupan sebuah bangsa di dunia. Tapi, kebijakan tersebut seringkali menjadi polemik karena rawan intrik dan sangat sensitif.

"Dalam pandangan saya impor pangan bukanlah sesuatu yang diharamkan, selama memiliki argumen yang wajar dan penuh kebijakan. Yang harus dihindari adalah kebijakan impor itu ditempuh, karena ada kepentingan lain. Sekarang dalam semangat transparansi, sudah tidak boleh lagi bermain-main. Semua harus terlihat jelas, mulai dari perencanaan hingga implementasi," tuturnya.

Di sisi lain, kata Entang, Kementan harus bertindak tegas kepada siapa saja yang bersikukuh menggunakan surat relaksasi impor bawang putih agar bisa ditahan di karantina kedatangan.

"Ya tentu saja harus sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku. Tindak tegas yang coba-coba mengakali aturan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan Surat Persetujuan Impor untuk bawang putih dan bawang bombai dibebaskan hingga 31 Mei 2020. Dengan dibebaskan SPI importasi ini, kata dia maka bisa dilakukan secara mudah dan bebas. Dihilangkannya syarat SPI, menurut Agus membuat RIPH yang menjadi syarat mendapatkan SPI, tak lagi diperlukan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0