Ma'ruf Amin Ingin NU dan Ansor Jadi Benteng NKRI :: Nusantaratv.com

Ma'ruf Amin Ingin NU dan Ansor Jadi Benteng NKRI

Ma'ruf Amin ingin NU, Ansor dan Banser mencegah radikalisme dalam agama
Ma'ruf Amin Ingin NU dan Ansor Jadi Benteng NKRI
Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum Barisan Nusantara (Barnus) Nurdin Tampubolon (Elvan J Siagian)

Jakarta, Nusantaratv.com -Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin ingin Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pernyataan ini diungkapkan Ma'ruf kala menerima kunjungan Pimpinan Pusat GP Ansor di kediamannya, Senin (22/7/2019), sore.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Ma'ruf meminta NU, termasuk di dalamnya Ansor dan Banser, untuk dapat terus menjadi benteng NKRI. Terutama dalam menghadang masifnya paham radikalisme agama.

"Radikalisme agama menjadi pekerjaan rumah saat ini. Jika tidak dibendung maka NKRI terancam. Ansor juga harus ikut berperan aktif dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut," ujar Yaqut, Selasa (23/7/2019).

Apalagi tantangan anak muda bangsa dinilai semakin berat. Seperti ancaman ideologi transnasional, serta kemajuan teknologi informasi. 

"Pemuda harus dibentengi dengan ideologi Pancasila yang kokoh. Selain itu, pemuda harus melek teknologi dan informasi, supaya dapat juga berperan membangun narasi kebangsaan, keberagaman, dan cinta tanah air," tuturnya. 

"Begitu juga dengan Ansor. Ansor juga dapat menyiapkan konten dakwah tentang Islam yang ramah, dakwah yang teduh," imbuh dia.

Pria yang biasa disapa Gus Yaqut pun meminta kesediaan Ma'ruf untuk hadir dan membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) VII GP Ansor yang akan diselenggarakan pada awal September 2019.

Gus Yaqut juga meminta izin menggunakan Pondok Pesantren Syekh Nawawi Al Bantani milik Ma'ruf, sebagai tempat PKN. 

Menurut Gus Yaqut, Ma'ruf mendukung mendukung kegiatan kaderisasi tersebut dan meminta kaderisasi di lingkungan NU dan Ansor dilakukan secara berjenjang dan terarah.

"Pengkaderan bisa dilakukan secara formal dan informal secara kreatif untuk menjawab tantangan bangsa ke depan," jelas Gus Yaqut. 

Ma'ruf juga berpesan agar penguatan sistem kaderisasi NU dan Ansor harus menyeimbangkan dengan daerah-daerah di luar Jawa.

"Daerah-daerah yang masih belum kuat perlu diperkuat dan harus mencakup prinsip Akidah, Fikroh, Amaliah, Harokah dan Jami'yah," tandas Gus Yaqut. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0