Mahfud Md Minta Kepala Daerah Tak Cari Panggung Soal Corona, Memang Ada? :: Nusantaratv.com

Mahfud Md Minta Kepala Daerah Tak Cari Panggung Soal Corona, Memang Ada?

Ia meminta kepala daerah tak mendramatisir keadaan
Mahfud Md Minta Kepala Daerah Tak Cari Panggung Soal Corona, Memang Ada?
Menko Polhukam Mahfud Md (tengah).

Jakarta, Nusantaratv.com - Menko Polhukam Mahfud Md meminta kepala daerah tak mencari panggung dalam menyikapi penyebaran virus corona di Indonesia. Ia meminta mereka tak memperburuk keadaan.

Baca juga: Biar Kapok! Polisi Tangkap Penimbun 600 Ribu Masker di Tangerang 

"Oleh sebab itu masalah-masalah teknis penanganan sekarang. Jangan bicara sendiri-sendiri, termasuk saya. Saya hanya menyampaikan itu sudah terpusat, itu yang sifatnya politis bukan teknis penanganannya supaya berhati-hati memberi keterangan itu, jangan terkesan ingin mendramatisir, mencari panggung, jangan terkesan itu," ujar Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (3/2/2020).

Menurut Mahfud, informasi mengenai penanganan corona telah terpusat di Kementerian Kesehatan. Karenanya pemerintah daerah sesungguhnya tak perlu menyampaikan keterangan yang tidak perlu, apalagi sifatnya belum jelas.

"Diharapkan juga pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan. Terutama pemerintah-pemerintah daerah itu. Ada sesuatu yang belum jelas, sudah konferensi pers corona," kata dia.

Mahfud sempat menyinggung kasus kematian di Cianjur yang disebut terjangkit corona. Namun belakangan diketahui penyebab kematian pegawai Telkom itu akibat pembengkakan jantung.

"Oleh sebab itu, setiap daerah itu supaya membuat tenang, tidak membuat situasi seperti menakutkan itu. Biasa saja, itu biasa-biasa saja," tandas Mahfud.

Sebelumnya, sejumlah pemerintah daerah memberikan keterangan ke publik mengenai penyebaran virus corona. Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 136 orang yang sempat dipantau oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI terkait virus yang telah membunuh 3 ribu orang itu. Dari jumlah itu, 115 orang dinyatakan sehat, sementara sisanya masih dipantau. Di samping itu, sebanyak 39 orang masuk dalam pengawasan. 

Pernyataan itu disampaikan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga Depok yang positif corona.

Sementara di Depok, Wali Kota Depok Mohammad Idris menduga lebih dari 50 orang di Depok yang berpotensi terjangkit corona. Sebab orang sebanyak itu sempat berinteraksi dengan dua pasien positif corona yang merupakan warganya.

Selain keduanya, ada juga Bupati Cianjur, Wali Kota Surabaya, Bupati dan Wali Kota Bekasi, serta Gubernur Jawa Barat yang memberikan keterangan serupa ke publik.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0