Komisi X DPR Desak Pelatih yang Tuduh Atlet Tak Perawan Minta Maaf :: Nusantaratv.com

Komisi X DPR Desak Pelatih yang Tuduh Atlet Tak Perawan Minta Maaf

Menurut Dede sang pelatih tak bisa dan tak perlu mengurusi ranah privat
Komisi X DPR Desak Pelatih yang Tuduh Atlet Tak Perawan Minta Maaf
Dede Yusuf. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Komisi X DPR menyayangkan pemulangan atlet senam Shalfa Avrila Siani (17) dengan alasan tak perawan. Pelatih Shalfa didesak meminta maaf. 

Baca juga: Sawit Indonesia Didiskriminasi, Komisi VI Dukung Perjanjian IEU-CEPA Ditinjau Ulang 

"Menurut saya ranah pribadi ranah privat yang tidak ada hubungan dengan prestasi itu tidak bisa dicampurtangani oleh pelatih. Itu urusan privat. Nggak ada hubungannya. Kalau dia indisipliner maka tegurannya berupa sanksi, bukan dengan melakukan tuduhan-tuduhan yang tidak masuk di akal," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf, Minggu (1/12/2019).

"Jadi menurut saya memang jika itu benar, sekali lagi jika itu benar, pelatih itu harus membuat pernyataan maaf tertulis kepada keluarga dan juga kepada publik karena sudah ramai dan itu kan tuduhan itu, apalagi terbukti tidak benar. Artinya setelah diperiksa ke dokter terbukti tidak," sambung Dede. 

Menurut Dede, orangtua Shalfa dipastikan syok akibat tuduhan itu.

"Jadi ada ranah-ranah privat yang pelatih itu tidak bisa masuk yang tidak ada hubungannya dengan prestasi. Harus ada teguran keras kepada pelatih. Jadi KONI-lah, dalam konteks ini KONI menegur kepada Persani," kata dia. 

Ia menyarankan agar kemampuan dan prestasi Shalfa tak disia-siakan. Dede pun meminta KONI menegur sang pelatih. 

"Yang pertama KONI menegur dan pelatihnya harus melakukan pernyataan maaf apapun alasannya dia harus gentle. Nggak ada dalam dunia olahraga itu urusan ranah pribadi privat itu dijadikan alasan itu nggak, kecuali indisipliner. Silakan keluarkan surat indisipliner tapi bukan soal tidak perawan," kata Dede. 

"Yang kedua menurut saya hak dia sebagai atlet jangan dihilangkan, sayang, prestasinya baik, bagus. Silakan kita serahkan mulai dari KONI, Pemda sampai Kemenpora harus merehabilitasi prestasinya si Shalfa. Kalau nggak nanti saya khawatirnya yang kayak gini-gini nanti atlet-atlet lain itu dibegitukan juga. Nggak ada yang mau jadi atlet nanti kalau kehidupan pribadinya dikorek-korek," sambungnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0