Kerjasama 3 Negara Guna Selamatkan Jakarta dari Banjir :: Nusantaratv.com

Kerjasama 3 Negara Guna Selamatkan Jakarta dari Banjir

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berterima kasih atas dukungan pemerintah Korea dan Belanda dalam mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta yang mencapai hampir 12 cm per tahun.
Kerjasama 3 Negara Guna Selamatkan Jakarta dari Banjir
Banjir Jakarta tahun 2013/ Istimewa

Seoul, Nusantaratv.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda (MIW) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) tahap II, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/6/2019). 

Adapun MoU ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Presiden KOICA Lee Mi – Kyung. Dokumen tersebut sebelumnya telah ditandatangani dan diserahkan langsung kepada Menteri Basuki di New York oleh Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora Van Nieuwenhuizen-Wijbenga yang berhalangan hadir di Seoul.

Menteri PUPR menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Korea dan Belanda dalam mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta yang mencapai hampir 12 cm per tahun.

“Kerjasama dengan KOICA dan K-Water sebagai sahabat lama dan key partner bagi Kementerian PUPR sangat penting. Indonesia membutuhkan keahlian teknis para ahli dan dukungan dari Korea Selatan” kata Menteri PUPR.

Presiden KOICA Lee Mi-Kyung mengatakan kerjasama Indonesia dan Korea telah berlangsung lama diantaranya dalam bidang transportasi, air dan lingkungan. Indonesia juga merupakan partner kerjasama dalam pembangunan perkotaan. Penandatanganan MoU NCICD tahap II merupakan langkah penting bagi pembangunan kota Jakarta di masa depan.

NCICD merupakan bentuk enviromental remediation yang bertujuan untuk melindungi Kota Jakarta untuk jangka pendek, menengah hingga jangka panjang dari krisis air baku dan risiko banjir akibat fenomena penurunan permukaan tanah di Utara Jakarta dengan cara yang adaptif dan strategi yang terintegrasi dengan aspek sosio ekonomi, tata kota dan bermanfaat bagi lingkungan.

Pada tahap awal untuk mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta akan dibangun tanggul laut sepanjang 20,1 Km untuk melindungi area kritis. Pembangunan tanggul fase darurat tersebut dibagi atas pembangunan tanggul sepanjang 4,5 Km oleh Kementerian PUPR yang telah rampung pada tahun 2018 dan selebihnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan partisipasi pihak swasta di daerah kritis tersebut.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0