Kata AJI Gaji Layak Wartawan Baru Rp 8,7 Juta, Kenyataannya? :: Nusantaratv.com

Kata AJI Gaji Layak Wartawan Baru Rp 8,7 Juta, Kenyataannya?

Menurut Afwan, dengan upah minim agak susah membuat wartawan bekerja profesional
Kata AJI Gaji Layak Wartawan Baru Rp 8,7 Juta, Kenyataannya?
Meme tentang wartawan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Upaya layak wartawan di Jakarta idealnya Rp 8.793.000. Jumlah ini hasil hitung-hitungan organisasi profesi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

Baca juga: Wuih! Di RUU Cipta Lapangan Kerja Pegawai Kontrak Bisa Dapat Pesangon 

Besaran gaji wartawan tersebut naik sekitar Rp 300 ribu dibanding standar upah sebelumnya yang juga dikeluarkan AJI.

Perkiraan upah layak bagi wartawan di Jakarta, sudah menghitung beberapa komponen, dari kebutuhan kerja sampai kebutuhan hidup.

"Sekali lagi, ini disclaimer untuk (hitungan) pekerja lajang dan baru bekerja di media," ujar Sekretaris AJI Jakarta Afwan Purwanto Muin, dalam konferensi pers di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2020).

Afwan mengakui masih banyak perusahaan media yang mengabaikan upah layak bagi para pekerjanya. Bahkan, mirisnya dari 144 responden yang diambil sebagai sampel, sejumlah wartawan mengaku mendapatkan gaji di bawah upah minimum provinsi (UMP). Survei ini dilakukan pada November-Desember 2019.

"Kami berharap sekali lagi, bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan kerja profesional, tapi tidak digaji secara layak," jelasnya.

"Ironi lainnya, jurnalis berani memberitakan lain, sementara terkait dengan (dirinya) dan yang lain tidak berani diekspolitasi di media masing-masing," imbuh Afwan.

Sementara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika, mengimbau standar upah yang dirilis AJI menjadi perhatian perusahaan-perusahan media massa. Dirinya pun berharap perusahaan berani membuka laporan keuangan ke para pekerja.

Pihaknya pun mendorong, pekerja tak takut mendirikan serikat pekerja. Menurut Wahyu, pendirian organisasi itu tak seharusnya dihalang-halangi perusahaan.

"Karena sesuai undang-undang, serikat yang berhak satu meja dengan manajemen, berapa upah selayaknya diberikan," jelas Pemimpin Redaksi Majalah Tempo itu.

Pada rilis, AJI menyertakan sejumlah komponen kebutuhan hidup layak yang dibutuhkan jurnalis. Di samping kebutuhan kerja seperti laptop, ponsel serta pulsa dan paket data, wartawan juga perlu dibekali pemenuhan akan tempat tinggal, pakaian, hiburan, jaminan sosial, dan kebutuhan lain- lainnya.

AJI Jakarta turut menyoroti waktu jam kerja selama 8 jam, libur pengganti, kesehatan psikis, uang lembur dan hak cuti. Semuanya disebut sudah sesuai dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0