Kamera E-TLE Dinilai Efektif Tindak Pelanggar Ganjil-Genap, Bakal Ada Penambahan :: Nusantaratv.com

Kamera E-TLE Dinilai Efektif Tindak Pelanggar Ganjil-Genap, Bakal Ada Penambahan

Kepolisian mengevaluasi, dan yang paling efektif dalam penindakan ganjil-genap itu dengan penggunaan kamera E-TLE itu.
Kamera E-TLE Dinilai Efektif Tindak Pelanggar Ganjil-Genap, Bakal Ada Penambahan
Kamera E-TLE dinilai efektif tindak pelanggar ganjil-genap. (Otoritas News)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dinilai efektif tindak pelanggar ganjil-genap. Polisi mengusulkan agar kamera E-TLE ditambah guna memonitor pelaksanaan ganjil-genap di sejumlah titik di Jakarta.

"Dari kepolisian mengevaluasi, dan yang paling efektif dalam penindakan ganjil-genap itu dengan penggunaan kamera E-TLE itu. Itu efektif sekali, jadi (pelanggar) ganjil-genapnya kena, pake HP-nya kena, safety belt-nya kena, semuanya kena di situ," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca: Ini Cara Kerja dan Jenis Pelanggaran yang Terpantau Tilang Elektronik

"Bahkan sekarang ada (kamera) yang muncul sampai nembus ke kacanya itu. Dan mudah-mudahan, nanti bulan 9 (September) atau 10 (Oktober) ini ada penambahan kamera di beberapa tempat," lanjutnya..

Dia menyebut kemungkinan fitur kamera E-TLE juga akan ditambah, yaitu fitur face recognition (pendeteksi wajah). Tujuannya, agar wajah pelanggar bisa terlihat di kamera.

"Mungkin tahun depan akan saya tambah lagi fiturnya. Kalau sekarang via call recognition, mungkin ke depan ada face recognition. Kita connect-kan dengan data SIM (surat izin mengemudi), terutama yang domisili Jakarta. Jadi wajahnya yang ada di biomatic SIM itu kita connect-kan juga dengan yang ada di E-TLE itu," terang Kombes Yusuf.

Yusuf menegaskan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah, terkait ganjil-genap maupun masalah lalu lintas lainnya. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah itu tugas pokok polisi untuk menjalankan.

Baca: Menkominfo: Tilang Elektronik Bisa Gunakan IoT

"Pada prinsipnya adalah dari kepolisian mendukung kebijakan pemerintah. Apapun kebijakan negara, karena kita adalah kepolisian negara, kebijakan pemerintah yang dibuat, yang menyangkut masalah tugas pokok daripada kepolisian, kita wajib mendukung itu," tukas Kombes Yusuf.

Diketahui, kamera E-TLE terpasang di 12 titik di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin. Kamera ini mampu menganalisis berbagai pelanggaran, seperti tidak mengenakan seat belt, memakai ponsel saat berkendara, melanggar ganjil-genap, melanggar marka jalan, dan melanggar lampu merah.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0