Jokowi Kembali Ancam Kapolda dan Pangdam yang Wilayahnya Ada Karhutla :: Nusantaratv.com

Jokowi Kembali Ancam Kapolda dan Pangdam yang Wilayahnya Ada Karhutla

Menurut Jokowi aturan ini masih berlaku hingga kini
Jokowi Kembali Ancam Kapolda dan Pangdam yang Wilayahnya Ada Karhutla
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan soal penanganan karhutla.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan Kapolri dan Panglima TNI untuk mencopot jabatan anak buahnya jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap terjadi. 'Aturan main' ini menurutnya diterapkan sejak lama, dan sampai sekarang masih berlaku. 

Baca juga: China Kecewa Keputusan RI Sikapi Corona, Jokowi: Kepentingan Nasional Nomor Satu 

"Tegas saya sampaikan, pasti saya telepon, ke Panglima, ke Kapolri, kalau ada kebakaran di wilayah kecil agak membesar, saya tanya dandim-nya sudah dicopot belum. Kalau sudah membesar pasti saya tanyakan, Panglima sama Kapolda sudah diganti belum," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan tentang upaya mencegah peningkatan karhutla 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). 

Jokowi menyatakan, dirinya sudah berkali-kali mengingatkan hal ini, terutama menjelang atau semasa musim kemarau.

Sebab, ia khawatir ada pejabat TNI-Polri baru yang masuk ke daerah rawan kebakaran, namun belum mengetahui kebijakan tersebut.

"Ini aturan main sejak 2016 dan berlaku sampai sekarang supaya yang baru-baru tahun semuanya. Kalau copot gubernur, bupati, wali kota enggak bisa. Bedanya di situ saja," tuturnya. 

Jokowi mengklaim, setelah penerapan aturannya jumlah lahan yang terbakar akibat karhutla pada 2017 turun drastis di angka 150 ribu hektare. Padahal, kata dia, karhutla pada 2015 membakar 2,5 juta hektar lahan, dan menimbulkan kerugian mencapai Rp 225 triliun.

"Tapi 2018 naik lagi menjadi 590 ribu hektar. Ini ada apa? Sudah bagus-bagus 150, kok naik lagi. 2019 naik lagi jadi 1,5 (juta hekatr, ini apa lagi? Apa kurang yang dicopot? Apa kurang persiapan?" jelas mantan Wali Kota Solo. 

Jokowi tak mau peristiwa karhutla di Brasil, Bolivia, dan Australia terjadi di Indonesia. Atas itu, ia memerintahkan jajaran TNI-Polri dan kepala daerah di wilayah lokasi rawan karhutla, memadamkan api sekecil apa pun yang berkobar.

"Sehingga kalau ada api satu saja di desa, segera cari ember padamkan. Jangan sampai meluas dan menggunakan air yang berjuta-juta ton dan tidak menyelesaikan. Sudah sulit. Negara besar pun kesulitan kalau sudah ada yang namanya api," tandas Jokowi. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0