Jakarta Banjir Besar, Gara-gara Anggaran Dipotong? :: Nusantaratv.com

Jakarta Banjir Besar, Gara-gara Anggaran Dipotong?

Anies memotong dua kali anggaran penanganan banjir DKI
Jakarta Banjir Besar, Gara-gara Anggaran Dipotong?
Anies saat memantau permukaan air di Pintu Air Manggarai.

Jakarta, Nusantaratv.com - Jakarta kembali dilanda banjir. Banjir kali ini dinilai yang terparah. Sebab berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir terjadi 158 kelurahan, di berbagai titik Ibu Kota.

Baca juga: PDIP: Memasukkan Air ke Bumi yang Dibanggakan Anies Tak Jadi Solusi Banjir 

Padahal, semasa gubernur sebelumnya, 480 titik banjir DKI berhasil diturunkan menjadi 80 titik. Capaian ini dikerjakan hanya dalam waktu setahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menjadi sasaran. Ia dituntut pertanggungjawaban dalam banjir Jakarta, salah satunya karena memotong anggaran penanganan banjir.

Tercatat, Anies dua kali memotong anggaran penanganan banjir yakni pada APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 242 miliar dan anggaran penanganan banjir tahun 2019 sebanyak Rp 500 miliar.

Pemotongan anggaran ini sempat dihubungkan dengan peristiwa banjir besar Jakarta yang terjadi sekarang, oleh netizen.

"Kenapa banjir besar di Jkt ? Krn anggaran penanggulangan banjir dipotong @aniesbaswedan. Thn 2018 disikat 242 M. Thn 2029 dihajar 500 M. Dialihkan kemana dananya ? Buat bangun trotoar besar. Utk apa bangun trotoar ? Ya utk pencitraan lah, lbh keliatan drpd buat banjir," cuit akun Twitter @Dennysiregar7 dikutip Kamis (2/1/2020).

"Tahun 2020, @DKIJakarta hanya anggarkan 600M utk banjir. Itu pun 300M utk bebaskan tanah. Sdgkan bikin trotoar Rp1,4T. Buat formula E Rp1,6T. Knp anggarannya lbh besar dr banjir ?. Ini krn ada Gubernur mimpi jd Presiden. Harus ada jejak utk pencitraan. Kasian warganya..," imbuh @Dennysiregar7.

Adapun pemotongan anggaran penanganan banjir oleh Anies sebelumnya pernah dipersoalkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Menurut dia, anggaran penanganan banjir seharusnya ditambah, bukan dikurangi. Hal ini mengingat, masih terjadi banjir di DKI.

"Masalah anggaran penanganan banjir, kalau saya melihat sekarang ini, kok kenapa diturunkan? Kalau perlu ditambah, Pak. Jadi, suatu saat kita kekurangan anggaran, kita sudah siap nih," ujar Prasetio dalam rapat badan anggaran di Gedung DPRD DKI, Rabu (29/8/2018).

Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI, Juaini Yusuf, menjelaskan maksud pemotongan anggaran penanganan banjir 2019. Pemprov, kata dia menganggarkan seluruhnya Rp 850 miliar untuk pembebasan waduk dan sungai tahun 2019. Tapi, yang terserap hingga November sebesar Rp 350 miliar.

"Yang belum terserap dipangkas karena ada efisiensi," ujar Juaini di sela rapat Komisi D DPRD DKI, Senin (11/11/2019).

Pemangkasan anggaran, berdampak pada rencana pembebasan 118 bidang lahan di Sungai Ciliwung. Pembebasan lahan yang sekarang dibatalkan bakal diteruskan kembali tahun depan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0