Ingub Anies Penanganan Polusi, PDIP: Tidak Menjawab :: Nusantaratv.com

Ingub Anies Penanganan Polusi, PDIP: Tidak Menjawab

Ingub Anies soal penanganan polusi Jakarta dinilai PDIP tak menjadi jawaban persoalan secara jangka pendek
Ingub Anies Penanganan Polusi, PDIP: Tidak Menjawab
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono (Gesuri)

Jakarta, Nusantaratv.com - PDI Perjuangan (PDIP) menyoroti Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Pengendalian Kualitas Udara, yang diteken Gubernur Anies Baswedan. Poin-poin dalam Ingub dinilai tak menjawab persoalan buruknya kualitas udara di Jakarta.

"Untuk saat ini (Ingub) tidak akan menjawab. Tapi, ke depan ya, memang jawaban. Polusi udara kita kan rusaknya saat ini. Nah, saat ini perlu terobosan spektakuler," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta Gembong Warsono Gembong, Jumat (2/8/2019).

Gembong mencontohkan langkah spektakuler yang dimaksud, seperti hujan buatan yang perlu segera dijalankan.

"Misal, apakah tidak mungkin Pemprov DKI Jakarta melakukan upaya spektakuler dengan menurunkan hujan buatan. Ini kan suatu langkah konkret menurunkan polusi itu. Baru kemudian diteruskan dengan langkah-langkah lain," tuturnya. 

"Misal membagikan tanaman lidah mertua itu sesegera mungkin. Jangan hanya wacana karena sekarang kondisinya darurat," tambahnya.

Walau begitu, PDIP mengapresiasi upaya Anies mengatasi polusi di Jakarta lewat Ingub. Tapi ia mengingatkan agar Ingub dapat dilaksanakan secara konsisten.

"Kalau untuk perbaikan lingkungan, pasti PDIP dukung, tapi ini barang kan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Tapi selama ini lupa, kita tidak konsisten. Misal soal uji emisi, itu kan sudah dilakukan sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Jadi sebetulnya soal uji emisi ya nggak kaget, tinggal menjaga konsistensi terhadap kebijakan yang kita lakukan," paparnya. 

Instruksi No 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Jakarta diteken Anies, Kamis (1/8/2019). Ada tujuh instruksi yang dikeluarkan Anies seperti tak ada angkutan umum yang berusia di atas 10 tahun atau yang tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan. Anies juga meminta agar peremajaan angkutan umum melalui program Jak Lingko selesai pada 2020. Kebijakan lulus emisi dan usia kendaraan juga akan diterapkan terhadap kendaraan pribadi.

Anies pun ingin ada perluasan kebijakan ganjil-genap selama musim kemarau dan peningkatan tarif parkir di wilayah yang terlayani angkutan umum. Anies turut menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan mendorong peralihan ke moda transportasi umum dan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.

Anies pun menginstruksikan pengendalian terhadap sumber penghasil polutan tidak bergerak, seperti cerobong industri aktif. Langkah lain untuk mengendalikan kualitas udara ini adalah optimalisasi tanaman berdaya serap polutan tinggi di sarana-prasarana publik. Anies juga menginstruksikan seluruh gedung sekolah, gedung pemda, dan fasilitas kesehatan pada bagian atap menginstalasi panel surya, sebagai upaya merintis peralihan ke energi terbarukan. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0