Festival Jazz dicampuri Penyayi Pop :: Nusantaratv.com

Festival Jazz dicampuri Penyayi Pop

Dalam 10 Tahun Ke Belakang, Tren Festival Kian Menjamur
Festival Jazz dicampuri Penyayi Pop
Festifal Jazz

Jakarta, Nusantaratv.com - dalam 10 tahun kebelakang, tren Festival kian menjamur. Salah satunya adalah Fiestival jazz. Mulai dari yang berkormesrsial samapai yang berskala Internasinal hingga yang digarap mahasiswa.

Nyatanya tak semua acara yang menamai dirinya sebagai Festival Jazz mengundang artis- artis berlian musik tersebut. Banyak diantaranya yang justru didominasi oleh keberadaan musisi dari genre pop misalnya.

Menanggapi hal itu, dua musisi Indra Lesmana dan Nikita Dompas berbincang dalam sebuah sesi di Archipilago Festifal yang berlangsung di Soehanna Hall l, the Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan.

Menurut Indra Lasmena Hal itu kerap dilema bagi para pelaku festival. " Ini memang sedikit Complicated," ungkapnya. 

"Karena yang serung terjadi adalah misalnya ada sponsor yang mau masuk, tapi sponsornya minta ada artis A yang ternyata artis itu bukan Jazz. Atau sponsor Ya memang memberikan dana headlinenya dulu," kata indra

"Tapi memang sekarang festifal yang besar itu sudah menjadi komoditas, sudah menjadi pop culture. Jadi bukan lagi Jazz culture," sambungnya.

Setali tiga uang dengan apa yang diutara Indra lasmena, Nikata Dompas pun sepakat bahwa sangat sulit memisahkan mususi bergenre lain yang tampil di festival Jazz.

Akan tetapi bagunyq hal tersebut Tidak jadi maslah asalkan pengisi acaranya seimbang.

Nikikita Dompas justru melihat, adanya bintang pop untul menarik masa justru dapat menjadi ajang yang baik untuk mempromosikan musik Jazz.

" Sebenarnya itu justru bisa menjadi trigger karena kita nggak pernah tahu, dengerin musik itu awalnya darimana," ucap Nikita.

Anggapan tersebut juga bisa didukung oleh Indra Lasmena. Ia berharap, adanya musisi terkenal dari genre lain yang tampil di festival Jazz justru dapat membuat para penikmat musik menjadi penasaran danencobq mengenal Jazz lebih jauh.

"Kami sebenarnya mengharpakan masyarakt datang ke festifal Jazz bisaelihat Jazz sebagai open book karena sangat terbuka. Jazz kan termasuk salah satu jenis musik sangat terbuka. L, terbukti sub genre-nya banyak sekali," urai indra.

Bagi keduanya, festival jazz bisa menjadi ajang perkenalan bagi pendengar baru sehingga bisa tercapai regenerasi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0