Erlinda Eks KPAI: PB Djarum Beri Jalan Mereka yang Berbakat :: Nusantaratv.com

Erlinda Eks KPAI: PB Djarum Beri Jalan Mereka yang Berbakat

Erlinda usul nama audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis tersebut diganti
Erlinda Eks KPAI: PB Djarum Beri Jalan Mereka yang Berbakat
Erlinda, Komisioner KPAI 2014-2017

Jakarta, Nusantaratv.com - Persatuan Bulu Tangkis (PB) Djarum menghentikan audisi pencarian bakatnya mulai tahun 2020. Keputusan ini diambil usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok. Pihak Djarum mengambil keputusan tersebut lantaran enggan melanggar undang-undang.

Ketua Indonesia Child Protection Watch Erlinda, berharap ada pihak yang segera memediasi PB Djarum dan KPAI. Agar solusi terbaik bagi anak, olahraga bulu tangkis dan bangsa Indonesia bisa tercapai.

"Olahraga bulu tangkis merupakan salah satu cabang yang membuat nama Indoensia dikenal dunia. Banyak anak Indonesia yang mempunyai minat bakat bulu tangkis namun dikarenakan ketidakmampuan ekonomi, berakibat matinya bakat dan masa depan mereka," ujar Erlinda dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, Djarum melalui klub bulu tangkis PB Djarum, ialah salah satu pihak yang ingin membantu anak-anak Indonesia mewujudkan mimpi menjadi atlet juara dunia.

"Audisi yang dilakukan oleh PB Djarum hanyalah salah satu usaha untuk memberikan jalan bagi mereka yang berbakat dan mengembangkan karier," kata Erlinda.

Atas itu, pihaknya meminta dicarikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga upaya berkelanjutan  mengharumkan nama bangsa lewat bulu tangkis tetap berlanjut.

"Apabila ada konflik dikarenakan regulasi sebaiknya ada solusi terbaik untuk anak dan olahraga bulu tangkis, sebagai salah satu media mengembangkan minat bakat serta karier, sekaligus mengharumkan nama bangsa," paparnya.

Erlinda pun mengusulkan kegiatan pencarian talenta muda calon atlet badminton berganti nama. Sehingga tak ada kesan kegiatan positif tersebut, justru mempromosikan merek dagang rokok yang dilarang oleh undang-undang.

"Salah satu solusi alternatifnya adalah
mengubah nama kegiatan Audisi Djarum Foundation menjadi Audisi Badminton Berprestasi atau dalam bentuk lain, dan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk brand image produk tembakau/iklan, promosi, dan sponsorship (IPS) (Pasal 36 PP 109 Tahun 2012 ayat (1) dan (2)," tandas komisioner KPAI periode 2014-2017. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0