DKI Imbau Perusahaan Swasta Bolehkan Pegawai Kerja dari Rumah :: Nusantaratv.com

DKI Imbau Perusahaan Swasta Bolehkan Pegawai Kerja dari Rumah

Upaya ini guna mencegah penyebaran virus corona
DKI Imbau Perusahaan Swasta Bolehkan Pegawai Kerja dari Rumah
Antrean pengguna transportasi umum di Jakarta pada hari ini.

Jakarta, Nusantaratv.com - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Disanakertrans) dan Energi DKI Jakarta mengimbau perusahaan swasta untuk mempekerjakan karyawannya dari rumah. Upaya itu guna mengurangi interaksi masyarakat sebagai bagian pencegahan penyebaran virus corona di Ibu Kota. 

Baca juga: Benarkah Penanganan Corona di Ibu Kota RI Saja Tak Profesional? 

Imbauan itu tertuang dalam surat edaran (SE) bernomor 14/SE/2020 tentang Himbauan Bekerja di Rumah, yang ditandatangani Kepala Disnakertrans dan Energi Andri Yansyah.

Andri meminta perusahaan swasta melakukan work from home (WFH) untuk menekan penyebaran corona. 

Ada tiga opsi yang pihaknya berikan bagi perusahaan swasta. Yakni menghentikan seluruh pekerjaan dan mengurangi sebagian usaha.

"Langkah-langkah pencegahan yang dimaksud dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori sebagai berikut: a. Perusahaan untuk sementara waktu dapat menghentikan seluruh usahanya. b. Perusahaan untuk sementara waktu dapat mengurangi sebagian usahanya (sebagian karyawan, waktu, dan fasilitas operasi). c. Perusahaan yang tidak dapat menghentikan kegiatan usahanya, mengingat kepentingan langsung yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, kebutuhan bahan pokok, dan BBM," tulis Andri dalam surat edaran. 

Disnakertrans dan Energi turut mengimbau perusahaan berkomunikasi dengan pekerja. Perusahaan juga harus melapor kepada Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta atau Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi di masing-masing wilayah kota dan kabupaten. 

"Dalam mengambil langkah-langkah kebijakan tersebut di atas, agar melibatkan para pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan," tandas Andri.

Diketahui, kendati telah ada imbauan dari pemerintah pusat dan daerah khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar masyarakat bekerja dari rumah, antrean pengguna transportasi umum di Jakarta hari ini masih cukup padat. 

Selain karena adanya pembatasan operasional sejumlah operasional transportasi publik, kondisi ini diduga karena perusahaan swasta belum memperbolehkan karyawannya bekerja dari rumah, berbeda dengan pegawai pemerintah. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0