Dinkes DKI Observasi 52 Suspect Corona :: Nusantaratv.com

Dinkes DKI Observasi 52 Suspect Corona

Observasi hanya dilakukan dengan tatap muka setiap hari dan pemeriksaan kesehatan
Dinkes DKI Observasi 52 Suspect Corona
Lokasi observasi WNI dari Wuhan di Natuna.

Jakarta, Nusantaratv.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta terkait penyebaran virus corona. Puluhan orang tersebut diduga terjangkit atau suspect virus corona.

Baca juga: ​​​​​WNI yang Dikarantina Pulang, Istana: Terima Kasih Warga Natuna 

Meski begitu, sejauh ini tak ditemukan dari mereka yang terinfeksi virus mematikan tersebut.
 
"Sejak tanggal 12 Februari 2020 kami melakukan pengamatan pada 52 orang yang berisiko (suspek) di DKI Jakarta dan sejauh ini tidak ada yang terkonfirmasi positif menderita COVID-19," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, Sabtu (15/2/2020).

Observasi sendiri, dijelaskan Dwi, hanya berupa pemeriksaan setiap hari terhadap warga, melalui tatap muka. 

Adapun 52 orang yang diobservasi ialah warga negara asing (WNA) serta warga negara Indonesia (WNI).

Meski begitu, Dwi tak merinci asal negara dan jumlah WNA

"Ada dari dalam dan luar negeri. Keduanya kan dari negara mana pun tetap kita layani pemeriksaan," kata dia.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta telah membentuk 50 tim penyuluhan lintas dinas dan isntansi. Mereka bertugas memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di pemukiman, perkantoran, dan lain-lain.

"Tercatat telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kewaspadaan COVID-19 pada 11.063 peserta di 303 lokasi, terdiri atas 165 pemukiman (apartemen, rusun, perumahan, hotel), 69 fasilitas kesehatan, 33 fasilitas pendidikan, 24 tempat hiburan, dan 12 perkantoran di DKI Jakarta," papar Dwi.

Pemprov DKI juga membuka layanan kontak bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan ataupun informasi di nomor 0813-8837-6955. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat menerapkan hidup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Bagi masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit agar segera berobat ke puskesmas atau RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan," tandasnya. (CNNIndonesia.com)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0