Dikelola Residivis, Klinik Aborsi Ilegal yang Gugurkan 903 Janin Digerebek :: Nusantaratv.com

Dikelola Residivis, Klinik Aborsi Ilegal yang Gugurkan 903 Janin Digerebek

Pelaku merupakan dokter dan bidan yang pernah dipenjara dalam kasus yang sama
Dikelola Residivis, Klinik Aborsi Ilegal yang Gugurkan 903 Janin Digerebek
Klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat.

Jakarta, Nusantaratv.com - Praktik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat dibongkar petugas Polda Metro Jaya. Dalam praktiknya, sebanyak 903 janin calon bayi telah digugurkan. Tiga orang pelaku diamankan, antara lain berinisial MM alias Dokter A, bidan RM, serta SI.

Baca juga: Berharap Uang Rp 125 Jutanya Digandakan Jadi Rp 20 M, Wayan Malah Ketipu Aki-aki

Kasus ini dibongkar petugas Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, setelah memperoleh informasi masyarakat tentang adanya klinik tanpa nama yang melakukan praktik aborsi ilegal.

"Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi, Jumat (14/2/2020). 

Klinik diketahui telah beroperasi selama 21 bulan. Dari kurun waktu tersebut, ada 1.632 pasien yang mendatangi klinik dan 903 di antaranya menggugurkan kandungan.

Dalam aksinya, pelaku memiliki peran masing-masing. MM alias Dokter A, bertugas membantu pasien menggugurkan kandungan.

A merupakan dokter lulusan universitas di Sumatera Utara, tapi belum memiliki spesialisasi tertentu.

Ia pun pernah terjerat kasus serupa yang ditangani Polres Bekasi, hingga akhirnya dijatuhi hukuman tiga bulan penjara.

"Dia (MM) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat," jelas Yusri. 

Sementara RM, berperan sebagai bidan. Ia pernah bekerja sebagai PNS tapi belakangan mengundurkan diri.

RM juga pernah terjerat kasus yang sama di Pondok Kelapa, Jakarta Timur dan divonis tiga tahun penjara. 

Di samping bidan, RM juga bertugas mempromosikan praktik aborsi melalui sebuah situs dan berperan sebagai calo. 

Adapun SI, bertugas sebagai karyawan  klinik dan merupakan residivis untuk kasus sejenis. 

Yusri menjelaskan, mayoritas pasien di klinik tersebut ialah para perempuan yang hamil di luar nikah, kontrak kerja yang melarang untuk hamil, sampai gagal program Keluarga Berencana (KB).

Dalam promosinya, pelaku menjanjikan kepada korban bahwa aborsi dilakukan dokter profesional, dan dilakukan di tempat yang steril.

"Hampir seluruh Indonesia datang ke sini," tandas Yusri.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0