Diduga Telantarkan Anak-istri, Pejabat Dinsos Palembang Diadukan ke Komnas PA :: Nusantaratv.com

Diduga Telantarkan Anak-istri, Pejabat Dinsos Palembang Diadukan ke Komnas PA

Martriyani mengaku ia dan anak tak dinafkahi suami
Diduga Telantarkan Anak-istri, Pejabat Dinsos Palembang Diadukan ke Komnas PA
Martriyani bersama Abdul Khayir

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala seksi di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang diadukan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) lantaran diduga menelantarkan anak dan istrinya. Didampingi pengacaranya Abdul Khayir, Martriyani (43) melaporkan suaminya NH.

"Saya datang ke sini untuk minta perlindungan, perlindungan dan hak anak saya. Kalau memang harus pisah, sampai mana (pertanggungjawabannya)? Seumur hidup kan itu anak dia. Anak yang tiga yang dari istri pertama dirawat, yang ini enggak," ujar Martriyani di kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (5/9/2019). 

Menurut dia, persoalan bermula ketika dirinya mengandung anak dari NH. Konflik rumah tangga kerap terjadi. Pemicunya dari keluarga NH yang dinilai terlalu mencampuri urusan rumah tangga Martriyani. 

"Konfliknya ikut campur orangtua, mertua ikut campur. Ikut-ikut ngatur rumah tangga, saya tidak dihargai sebagai istri, Keputusan-keputusan saya tidak ada, enggak dianggap," kata dia. 

Keluarga juga menyarankan NH mencari pengganti istri yang baru dinikahi 9 Juni 2018 itu. Di samping itu, diduga suami NH telah terjerat hubungan percintaan dengan perempuan lain. 

"Mereka yang nyuruh 'Ya sudahlah banyak perempuan lain'. Jadinya dia cari perempuan lain. Mungkin sudah ada perempuan itu, makanya dia nuntut cerai," tuturnya. 

Martriyani mengungkapkan, bahkan ketika dirinya tengah hamil, NH disinyalir telah menjalin asmara dengan wanita lain. Hal ini diketahui dari chat atau percakapan NH yang diduga dengan perempuan itu. Pria 42 tahun sendiri tak mengaku dirinya memiliki hubungan terlarang. 

"Setelah konflik ini dia sudah menyatakan sendiri dia sudah ada perempuan. Dia menceraikan saya, dia memilih perempuan itu," jelasnya. 

Adapun sejak ketika hamil, Martriyani mengaku dicampakkan NH. Bahkan kala air ketubannya pecah, NH disebut tak mau mengantar perempuan itu ke rumah sakit. 

"Akhirnya yang mengantar ayah saya. Ditengokin, tapi dia enggak nanya, saya yang nyodorin 'Lihat dulu anaknya'," ucap dia. 

Saat ini sidang perceraian keduanya tengah berlangsung. Martriyani hanya berharap agar hak-hak anaknya bisa diberikan. Mengingat sejak menjadi istri, Martriyani mengaku tak mendapatkan hak sebagai istri aparatur sipil negara (ASN). 

"Kenapa tidak didaftar (pernikahan sah itu) sebagai istri yang mendapat tunjangan istri di ASN itu? Nah ini ada apa? Berarti kan zalim terhadap istrinya. Pada saat melahirkan dia sampai membiayai sendiri, BPJS-nya pribadi, seharusnya BPJS-nya dari suaminya itu," imbuh Abdul.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0