Catat! STNK yang Diblokir Tidak Bisa Diaktifkan Lagi :: Nusantaratv.com

Catat! STNK yang Diblokir Tidak Bisa Diaktifkan Lagi

Kebijakan Ini untuk Tahap Awal Baru Direalisasikan di Daerah Hukum Polda Metro Jaya dan Sekitarnya.
Catat! STNK yang Diblokir Tidak Bisa Diaktifkan Lagi
Ilustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bagi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang diblokir atau dihapus tidak bisa diaktifkan lagi. Hal ini berlaku bagi pemilik kendaraan yang tidak melakukan pengesahan STNK selama dua tahun berturut-turut sejak masa berlakunya habis per lima tahunan.

Pemblokiran atau penghapusan identitas dan registrasi data kendaraan secara otomatis ini, tertuang di Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74. Dimana STNK tidak bisa dipulihkan atau kembali melakukan daftar ulang. Dengan begitu, kendaraan tersebut dinyatakan ilegal atau bodong.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Pagarra, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk kendaraan bermotor yang dihapus identitas dan registrasinya, maka tidak bisa diregistrasi ulang lagi atau dilakukan pemutihan. 

"Kendaraan menjadi bodong," ujar Halim, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Warga yang STNK-nya Hilang atau Rusak Akibat Banjir, Datangi Posko Ini!

Kendati berlaku secara nasional, namun Halim mengatakan kebijakan ini untuk tahap awal baru direalisasikan di daerah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya. Diakuinya pula saat ini pihaknya juga sedang melakukan sosialisasi dengan gencar.

"Kami akan menerapkan itu karena sesuai amanat UU Nomor 22/2009," lanjutnya. 

Tak hanya kendaraan yang STNK-nya tidak dibayarkan selama dua tahun berturut-turut, pemblokiran juga berlaku bagi kendaraan yang sudah tidak layak operasi. Misalkan, ungkap Halim, kendaraan yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan rusak parah.

Tetapi oleh petugas di lapangan akan terlebih dahulu melakukan identifikasi serta melihat apakah masih bisa digunakan atau tidak. "Kalau tidak bisa, maka akan diangkut untuk kemudian dicabut (dihapus) datanya," tutur Halim.

Dan, hal ini juga berlaku untuk kendaraan yang rusak akibat bencana alam serta yang lama tidak dioperasikan. "Semua tindakan dilakukan usai petugas mengonfirmasi ke pemilik," tukas Halim.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0