BNP2TKI Harap Kapten Indonesia Bantu Urusi PMI :: Nusantaratv.com

BNP2TKI Harap Kapten Indonesia Bantu Urusi PMI

Kapten Indonesia audiensi dengan BNP2TKI
BNP2TKI Harap Kapten Indonesia Bantu Urusi PMI
Ketua Kapten Indonesia Abdul Rauf (kiri) saat beraudiensi dengan Plt Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak.

Jakarta, Nusantaratv.com - Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia (Kapten Indonesia) beraudiensi dengan pimpinan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumat (13/12/2019). 

Baca juga: Gubernur Mau Organisasi Ini Bantu Atasi Masalah Pengangguran Banten 

Menurut Ketua Umum Kapten Indonesia, Abdul Rauf, pertemuan membahas struktur organisasinya yang baru saja dikukuhkan di 34 provinsi, dan sebentar lagi akan hadir di 517 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

"Kami juga membahas tentang tenaga kerja Indonesia yang dikirimkan ke luar negeri. Kapten siap mengawal SDM (sumber daya manusia) yang memang benar-benar unggul dan sesuai yang dibutuhkan," ujar Abdul usai pertemuan. 

Kapten Indonesia pun menegaskan bakal mengawal segala kebijakan pemerintah mengenai tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri, atau yang kini disebut pekerja migran Indonesia (PMI). 

"Jika nantinya ada masalah, Kapten akan langsung mengambil instruksi dan menegur pemerintah, serta menggerakkan lembaga bantuan hukum (LBH) internal Kapten," tuturnya. 
 
Pasca pertemuan, Abdul berharap pemerintah lebih memperhatikan komponen masyarakat seperti Kapten Indonesia. Mengingat organisasi itu hadir guna membantu pemerintah di sektor ketenagakerjaan. 

"Perlu diketahui, kita juga tidak hanya memikirkan luar negeri. Kita sepakat dengan pernyataan Bu Menteri Ketenagakerjaan, yang mengatakan, 'Pikiran kita memberangkatkan tenaga kerja keluar negeri setelah habis pekerjaan di Indonesia'," jelasnya.

Sementara, Plt Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak, mengapresiasi kehadiran Kapten Indonesia. Pihaknya berharap lahirnya komunitas tersebut mampu membawa angin segar di bidang ketenagakerjaan. 

"Khususnya, tenaga kerja yang diberangkatkan ke luar negeri," ujarnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0