Berikut Ini Cara Pengolahan Air Wudhu di Lingkungan Masjid Istiqlal :: Nusantaratv.com

Berikut Ini Cara Pengolahan Air Wudhu di Lingkungan Masjid Istiqlal

Kementerian LHK melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) melakukan upaya pengendalian pencemaran air di lingkungan Masjid Istiqlal. 
Berikut Ini Cara Pengolahan Air Wudhu di Lingkungan Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Minggu, 23 Juni 2019. Kementerian LHK melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) melakukan upaya pengendalian pencemaran air di lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan dan pengoperasian sistem pemantauan kualitas air secara terus menerus dan online (ONLIMO), pembagunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik, dan Recyle Air Limbah Wudhu; serta pembangunan Kanal Plaza dan Wetland. 

"Beberapa manfaat yang kita peroleh dari pengelolaan air limbah di lingkungan Masjid Istiqlal ini adalah manfaat lingkungan berupa penurunan beban pencemaran air dan perbaikan kualitas air serta peningkatan lahan terbuka hijau, manfaat sosial berupa tersedianya fasilitas informasi, pendidikan dan interaksi sosial masyarakat, serta manfaat ekonomi berupa meningkatnya ketersediaan air bersih serta pengurangan biaya pemakaian air bersih," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya saat meresmikan penggunaan sejumlah instalasi tersebut di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, (23/6/2019).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah dalam laporannya menyampaikan pembangunan sistem pemantauan kualitas air ONLIMO (Online Monitoring) dilakukan pada tahun 2015 dan pengoperasiannya berlangsung sampai sekarang.

"Sistem pemantauan kualitas air ONLIMO dimaksudkan untuk memantau kualitas air Sungai Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal secara terus menerus dan real time," kata Karliansyah.

Ada tiga kegiatan utama yang diterapkan di kompleks Masjid Istiqlal tersebut, yaitu pembangunan IPAL domestik, dengan kapasitas terpasang sebesar 96 m3/hari untuk memenuhi baku mutu air bersih, dan mampu mengolah air limbah dari 8.000 jamaah per hari.

Selanjutnya, penerapan teknologi Wetland dan nano bubble generator di kolam air mancur Masjid Istiqlal untuk meningkatkan kualitas air kolam tersebut.

Sementara itu, pembangunan Kanal Plaza dimaksudkan sebagai ruang rekreasi lingkungan Masjid Istiqlal dan sebagai display atau bioindikator dari air hasil pengolahan IPAL domestik, serta berfungsi untuk meningkatan kualitas ruang terbuka di kawasan Masjid Istiqlal. 

“Ketiga kegiatan tadi diperlukan untuk menjadikan Masjid Istiqlal dan lingkungan sekitarnya sebagai kawasan yang bersih, indah dan berwawasan lingkungan, mengingat selama ini Masjid Istiqlal bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam saja, akan tetapi juga menjadi tujuan wisata dalam dan luar negeri. Banyak pemimpin dunia yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal," jelas Karliansyah.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0