Atasi Polusi Jakarta, BPPT Bikin Hujan Buatan :: Nusantaratv.com

Atasi Polusi Jakarta, BPPT Bikin Hujan Buatan

Atasi polusi udara Jakarta, BPPT bikin hujan buatan
Atasi Polusi Jakarta, BPPT Bikin Hujan Buatan
Kota Jakarta (CNN Indonesia)

Jakarta, Nusantaratv.com -Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana membuat hujan buatan. Upaya ini guna mengatasi polusi udara di Jakarta. Penerapan hujan buatan dilakukan sebelum masuk sekolah usai masa libur panjang.

"TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur (15/7/2019)," ujar Kepala BPPT Hammam Riza, Jumat (5/7/2019).


Aksi ini akan didukung TNI AU Skuadron 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, karena proses pembuatan hujan menggunakan pesawat CASA. 

Sementara, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Tri Handoko Seto, menjelaskan hujan buatan untuk mengatasi masalah polusi ini sudah dilakukan di negara lain. Hasilnya, tindakan itu sukses menghilangkan lapisan inversi. 

"Beberapa negara seperti Thailand, China, Korea Selatan, dan India sudah terapkan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di perkotaan. Pada 2015 Thailand telah berhasil melakukan uji coba untuk mengendalikan pencemaran udara di Kota Bangkok dengan menggunakan metode cloud seeding dan menghilangkan lapisan inversi," tutur Seto.

Pihaknya telah menawarkan tiga alternatif untuk membentuk hujan buatan. Alternatif dipilih sesuai dengan kondisi di Jakarta. 

Alternatif pertama ialah menyemaikan awan dengan garam NaCL ketika awan potensial hujan hadir. 

"Agar hujan terjadi di wilayah Jakarta sehingga polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind bisa tersapu dan jatuh bersama dengan air hujan," jelas Seto. 

Apabila tak ada awan potensial, dilakukan penghilangan lapisan inversi, dengan melakukan semai pada lapisan-lapisan inversi. Digunakan dry ice untuk penyemaian itu.

"Digunakan dry ice dengan tujuan lapisan tersebut menjadi tidak stabil. Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang bagi polutan untuk terbang secara vertikal, sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga di bawah lapisan inversi," ujar Seto.

Metode terakhir menggunakan metode water spraying dari darat menggunakan alat ground mist generatory. 

"Di saat sulit ditemukan awan kita akan lakukan penyemprotan air dengan pesawat dari darat ke atmosfer. Air yang disemprotkan bertujuan untuk mengikat polutan yang ada," tandasnya. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0