Anthon Sihombing Harap Pemerintah Pusat dan Daerah Bersatu Perangi Covid-19 :: Nusantaratv.com

Anthon Sihombing Harap Pemerintah Pusat dan Daerah Bersatu Perangi Covid-19

Upaya ini agar penanganan corona berjalan maksimal
Anthon Sihombing Harap Pemerintah Pusat dan Daerah Bersatu Perangi Covid-19
Anthon Sihombing (kiri).

Jakarta, Nusantaratv.com - Semua pihak diharapkan bersatu dalam menangani wabah virus corona di Tanah Air. Seluruh anak bangsa diinginkan bahu-membahu, bukannya malah saling meragukan dan menjatuhkan, sehingga upaya mengatasi pandemi covid-19 berjalan maksimal.

Baca juga: WHO: Sampai Akhir 2021 Vaksin Corona Takkan Ditemukan 

"Program pemerintah dalam mengatasi wabah covid-19 harus didukung oleh semua elemen negara. Perbedaan pandangan yang timbul di masyarakat, adalah konsekuensi dari sistem demokrasi, tetapi seharusnya perbedaan itu mestinya juga dapat terkelola dengan cara-cara yang demokratis dengan mengedepankan supremasi hukum," ujar Ketua Transparansi, Reformasi, Aparatur, Pengawasan, Aset Negara (TRAPAN) Anthon Sihombing, Minggu (10/5/2020).

Anthon mengakui masih adanya ketidakkompakan antara pemerintah pusat dengan daerah. Ia menduga kondisi itu terjadi tidak terlepas akibat adanya kepentingan politik masing-masing.

"Tetapi semua harus saling mengingatkan, bahwa covid-19 ini merupakan musuh bersama. Karena itu, seharusnya masing-masing pihak harus menahan diri, agar tetap fokus dengan penyelesaian permasalahan covid-19 dan mengesampingkan kepentingan politik," tuturnya.

Pemerintah pusat, kata Anthon, harus lebih mengintegrasikan lagi kerja-kerja yang dilakukan oleh berbagai stakeholder,  terutama dengan pemerintah daerah. Sehingga, program pemerintah tepat sasaran. Dengan demikian, semua program pemerintah dalam menangani covid-19 berjalan efektif, dan akhirnya Indonesia dapat lebih cepat keluar dari persoalan ini.

Secara umum, menurut Anthon langkah-langkah pemerintah dalam menangani covid-19 sudah dalam jalur yang benar atau on the track. Yaitu dengan menekan kurva pertumbuhan korban corona agar cepat melandai, dengan tetap menjaga aktivitas ekonomi agar tidak jatuh pada krisis.

"Dua kepentingan tersebut tidak mudah disatukan, namun bisa dicari titik ekulibrium-nya sehingga risiko kesehatan dan ekonomi dapat diminimalisir," jelasnya.

Anthon menegaskan, TRAPAN mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah yang timbul akibat wabah corona, baik dampak kesehatan, ekonomi dan sosial.

Seperti kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut Anthon, penerapan kebijakan tersebut lebih tepat dibandingkan melakukan lockdown atau karantina wilayah, mengingat masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang bergantung hidup dari aktivitas mencari nafkah secara harian.

"Sementara, bila pemerintah menerapkan kebijakan lockdown, tidak ada jaminan tidak ada penyebaran virus covid-19, karena kesadaran hukum masyarakat Indonesia sangat rendah. Sehingga apabila lockdown dipaksakan, maka kemungkinannya dua risiko sekaligus: korban jiwa dan ekonomi lumpuh akan terjadi," jelasnya.

Melalui PSBB, selain bisa menekan laju penambahan kasus covid-19, masyarakat tetap bisa beraktivitas secara ekonomi, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan yang dianjurkan atau ditetapkan.

Selain membatasi pergerakan manusia, upaya pemerintah memberikan jaring pengaman sosial (JPS) dianggap sudah tepat dikerjakan. Karena, seiring dengan pembatasan gerak masyarakat, otomatis roda perekonomian mereka terganggu. Sehingga peran negara harus hadir di situ guna membantu mereka.

Di samping itu, stimulus atau bantuan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang diberikan pemerintah juga dipandang pas. Begitu pula relaksasi kredit atau pajak.

"Tujuannya agar dunia usaha tidak lumpuh. Meskipun sulit untuk tumbuh positif, namun dapat menghindari kontraksi yang lebih dalam. Pada prinsipnya, pemerintah ingin menjaga agar konsumsi masyarakat tetap berjalan, karena pertumbuhan ekonomi kita delapan puluh persen ditopang oleh konsumsi," papar Anthon.

"Sehingga bila tingkat konsumsi masyarakat masih dapat berjalan, ekonomi kita akan lebih cepat pulih kembali ( recovery)," imbuh anggota DPR RI 2014-2019.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0