Anggaran Tak Wajar DKI, Sondang: Pemprov Seperti Kehilangan Arah :: Nusantaratv.com

Anggaran Tak Wajar DKI, Sondang: Pemprov Seperti Kehilangan Arah

Pemprov dinilai tak memiliki goal yang jelas dalam menyusun anggaran
Anggaran Tak Wajar DKI, Sondang: Pemprov Seperti Kehilangan Arah
Anggota DPR RI Fraksi PDIP Sondang Tiar Debora Tampubolon. (Elvan J. Siagian)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota DPR RI daerah pemilihan I/Jakarta Timur, Sondang Tiar Debora Tampubolon menilai prihatin dengan rancangan anggaran tahun 2020 yang disusun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasalnya, sejumlah mata anggaran nilainya dianggap tak wajar. 

Baca juga: Disebut Anies 'Orang Baru Sedang Manggung', PSI: Kami Disumpah Jaga Uang Rakyat

"KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) yang akan menjadi RAPBD yang saat ini sedang dibahas bersama Pemprov DKI dengan DPRD DKI, amat memprihatinkan," ujar Sondang di Jakarta, Jumat (1/11/2019). 

Menurut Sondang, Pemprov yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, seperti kehilangan arah dalam menyusun anggaran untuk tahun depan. Tak tercermin dengan jelas dan tegas melalui rencana anggaran itu, hendak dibawa ke mana Ibu Kota dan warganya ke depan. 

"Pemprov DKI seperti kehilangan arah dalam pembuatan anggaran dan tidak memiliki visi yang jelas dalam memimpin dan mengelola DKI," kata dia. 

Dalam mengelola uang rakyat, kata Sondang harus ada acuan visi-misi pembangunan yang jelas. Sehingga tercapai-tidaknya target-target pembangunan menjadi gamblang terlihat. 

Dari penganggaran yang terkesan serampangan dan minim pengawasan oleh Anies selaku pimpinan tertinggi di DKI itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memandang ada tujuan jangka panjang pembangunan yang absurd di Jakarta. 

"Seharusnya dalam pembuatan anggaran berbasis visi dan misi, kerangka kerjanya bagaimana, apa yang hendak dicapai, dan indikator pencapaiannya apa," tuturnya. 

"Sekarang ini Pemprov DKI tidak punya goal atau tujuan jangka panjang dalam berbagai sektor," imbuh Sondang. 

Kondisi ini dirasa memalukan, mengingat Jakarta merupakan Ibu Kota, pusat pemerintahan dan perekonomian Indonesia. 

Sondang berharap anggaran disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Pihak eksekutif diimbau melakukan seleksi ketat mata anggaran sejak awal. 

Bukan malah asal input demi memenuhi target waktu yang singkat, dan belakangan baru dikoreksi ketika ada kontroversi. 

"Jangan dibalik, bahas anggaran dulu baru dibanding tahun-tahun sebelumnya baru bikin anggaran tahun berikutnya. Salah besar," paparnya.

Sondang mendukung upaya DPRD DKI mengkritisi tiap-tiap item anggaran. Jika tak wajar dan tidak berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan, ia menyarankan para wakil rakyat tak segan mencoret anggaran tersebut. 

"Kalau hanya berbasis kegiatan tapi tidak ada efek untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ya mohon di-review ulang," tandas ibu dua anak ini. 

Sebelumnya, KUA-PPAS 2020 DKI menjadi sorotan lantaran sejumlah mata anggaran besarannya dinilai tak masuk akal. Antara lain anggaran untuk lem Aibon yang mencapai Rp 82,8 miliar, lalu pulpen Rp 124 miliar. Temuan ini pertama kali diungkap anggota DPRD DKI Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana, melalui akun media sosialnya. 

Anies sendiri mengaku telah melakukan koreksi. Namun koreksi dilakukan tanpa sorot kamera dan gembar-gembor di publik. Ia pun menyindir jika apa yang dilakukan PSI sebagai 'orang baru yang sedang manggung'. 

Anies pun menjelaskan ada tiga pilihan seseorang saat menghadapi masalah. Pertama berbicara untuk menyelesaikan masalah, kedua memperumit masalah, atau ketiga mengaktualisasi diri. Anies memilih yang pertama.

"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam. Saya sudah bicara sebelumnya dan kita review. Bedanya, saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru, manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi," ujar Anies di Balai Kota DKI, Rabu (30/10/2019). 

"Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian," imbuh dia.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
2
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1