Anggaran Aibon Sekdisdik Bilang Salah Ketik, Kadisdik: Bukan :: Nusantaratv.com

Anggaran Aibon Sekdisdik Bilang Salah Ketik, Kadisdik: Bukan

Menurut Syaefuloh anggaran tersebut tak salah input
Anggaran Aibon Sekdisdik Bilang Salah Ketik, Kadisdik: Bukan
Lem Aibon. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggaran lem Aibon Dinas Pendidikan DKI Jakarta disorot. Pasalnya, anggaran lem untuk kepada 37.500 murid ini, nilainya dianggap tak wajar yakni Rp 82,8 miliar.

Baca juga: Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 M Mendadak Hilang 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Susi Nurhati sempat menyebut jika hal itu salah ketik. Namun, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, mengatakan jika anggaran untuk tahun 2020 itu merupakan anggaran sementara untuk selanjutnya diubah usai mendapat rencana anggaran dari pihak sekolah. 

"Bukan salah input, tetapi memang yang ada di dalam komponen e-budgeting adalah komponen sementara yang akan kita sesuaikan berdasarkan hasil input komponen dari masing-masing sekolah," ujar Syaefuloh di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2010).

"Terbentur waktu (saat penganggaran), kemudian Sudin (pendidikan tingkat kota dan kabupaten) susun anggaran sementara dengan harapan, saat sekolah selesai susun anggaran sekolah, ada 17 ribu komponen sekolah yang tertampung di 23 rekening itu detail sekali. Saat sekolah sudah selesai detail. Kemudian komponen atau rekening yang sudah disusun Sudin nanti akan disesuaikan komponen yang sudah disusun sekolah," sambungnya.

Anggaran tersebut merupakan anggaran alat kelengkapan kantor Biaya Operasional Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat. Ada perubahan angka usai dilakukan penyesuaian. 

"Saat lihat kembali secara detail, anggaran yang disusun oleh seluruh sekolah wilayah Jakarta Barat 1, diusulkan hanya Rp 175 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Terdiri dari 23 rekening," jelas Syaefuloh.

"Alat laboratorium yang (sebelumnya ditulis) sekitar Rp 132 miliar, hanya Rp 1,3 miliar saja. ATK, di situ ada Aibon disampaikan Rp 82 miliar, ATK itu seluruh sekolah hanya Rp 22 miliar," imbuh dia.

Syaefuloh menjelaskan angka tersebut telah diubah untuk dibahas dalam rapat rencana Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 bersama Komisi E hari ini.

"Artinya, secara detail di sekolah, mudah-mudahan komponen Aibon tidak ada dan kita akan lakukan penyesuaian. Data penyesuaian sudah ada," tuturnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0