Ancam Lengserkan Jokowi, Pendukung Anies Akan Dipolisikan :: Nusantaratv.com

Ancam Lengserkan Jokowi, Pendukung Anies Akan Dipolisikan

Pernyataan emak-emak tersebut dinilai menyinggung SARA dan makar
Ancam Lengserkan Jokowi, Pendukung Anies Akan Dipolisikan
Suhadi dan rekan saat hendak melapor ke Polda Metro Jaya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Penyebabnya pendukung yang berasal dari emak-emak ini dianggap menggunakan sentimen suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), saat menyatakan dukungannya terhadap Anies dalam penanganan banjir Jakarta. Aksi mereka sempat terekam dalam sebuah video. 

Baca juga: Pembuat Dolar Palsu di Apartemen Rasuna Diciduk  

"Kami akan melaporkan tiga orang di dalam video tersebut. Orang-orang ini kami nilai membawa tulisan dan membacanya yang bernada menyerang isu SARA, ujaran kebencian dan makar," ujar Koordinator Advokat Peduli Perdamaian (APP) C. Suhadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020). 

"Mereka membaca tulisan yang mereka bawa yakni 'Lebih Baik Anies Daripada Presiden Hasil Sindikat', 'Yang Urgent Dilengserin Bukan Gubernur Tapi Presiden Lo', 'Los Lengserin Anies Kita Lengserin Presiden Loe'. Lalu ada pernyataan netizen yang ingin mengusir warga yang tak suka Anies," imbuh Suhadi. 

Suhadi menyesalkan pernyataan tersebut, karena bernuansa SARA. Apalagi setiap warga Jakarta berhak tinggal di Ibu Kota, tanpa diusir oleh siapapun. 

"Padahal kita ini kan mempunyai KTP Jakarta, berarti kita adalah warga Jakarta bukan orang luar. Ngapain juga mereka menyuruh kita keluar dari Jakarta, ini kan Ibu Kota Indonesia jadi siapapun berhak untuk tinggal di sini," jelasnya. 

Dalam laporan, sejumlah bukti disertakan, antara lain rekaman video, tangkapan layar akun media sosial (medsos). Mereka disangka melanggar Pasal 28 Ayat 2 UU ITE atau Pasal 107, 160 KUHP. 

"Kami berharap agar masyarakat bisa lebih bijak lagi dalam menyampaikan aspirasi di muka umum. Jangan sampai menyebarkan ujaran kebencian kepada anak bangsa, terlebih persoalan Pilpres sudah selesai dan sudah terpilih presiden dan wakil presiden yang harus kita hormati sesuai dengan kedudukannya," tandas Suhadi. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0