Wanita yang Disebut Terapis dan Dituding Kuasai Sertifikat Tanah Rp 42 M 'Melawan' :: Nusantaratv.com

Wanita yang Disebut Terapis dan Dituding Kuasai Sertifikat Tanah Rp 42 M 'Melawan'

V melalui kuasa hukumnya membantah seluruh tudingan yang telah ramai di media massa
Wanita yang Disebut Terapis dan Dituding Kuasai Sertifikat Tanah Rp 42 M 'Melawan'
Kamaruddin Simanjuntak saat memberikan keterangan pers mengenai kasus yang menjerat kliennya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengacara perempuan yang dituding palsukan akta nikah untuk menguasai sertifikat tanah senilai Rp 42 miliar, J alias V, membantah kliennya melakukan tindakan tersebut. Pernikahan V dengan almarhum Basri Sudibyo/Sudibjo, disebut dilaksanakan secara sah di hadapan pendeta, dan didaftarkan ke kantor catatan sipil.

Baca juga: Mau Kuasai Tanah Rp 42 M, Terapis Palsukan Akta Nikah 

"Pada 11 Februari 2017 sebelum cap go meh, hari Sabtu almarhum Basri Sudibyo/Sudibjo mengajak klien kami dan adiknya IRW ke Tangerang ke rumah pastori Pendeta Muhammad Husein Hosea, S.th., untuk menerima berkat pernikahan secara agama," ujar pengacara V, Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

"Lalu V menerima akta pemberkatan perkawinan dari almarhum untuk disimpan. Setelah klein saya selesai sekolah pada Desember 2018, mereka menggelar pesta perkawinan dan pergi ke kantor catatan sipil," imbuh Kamaruddin.

Kamaruddin juga membantah kliennya menikah dengan Basri saat masih beristri. Menurutnya, saat pernikahan berlangsung status almarhum ialah duda atau telah ditinggal meninggal dunia oleh istrinya, Liliek.

"Klien saya juga pernah diajak nyekar ke kuburan istri almarhum Basri," ucapnya.

Mereka juga menampik jika pernikahan yang dilakukan Basri dan V tidak sah, karena dilakukan dihadapan pendeta gadungan. Menurut Kamaruddin, Muhammad Husein Hosea telah memberkati ratusan pasangan yang dinikahkan. Semua surat akta pemberkatan gereja dari pendeta tersebut, selalu bisa dicatatkan ke kantor catatan sipil.

V sendiri akhirnya mencatatkan pernikahan mereka pada Mei 2019, setelah disomasi dan digugat secara perdata oleh pelapor, yang merupakan anak Basri dari Liliek. Pernikahan secara agama itu akhirnya berhasil dicatatkan pada Maret 2019, setelah sidang beberapa kali.

Adapun sertifikat tanah senilai Rp 42 miliar bisa sempat dikuasai V, kata Kamaruddin karena diberikan langsung oleh Basri. V saat itu diminta menandatangani tanda terima sertifikat yang berkop surat notaris Grace Parulian Hutagalung.

"Fotokopi sertifikat dibawa pulang Basri, sementara yang asli diberikan ke V. Peristiwa ini disaksikan Ferry, sopir Basri," jelasnya.

"Klien kami juga bukan terapis tetapi fisiologi, dan Chinese dokter atau TCM, akupuntur dan pemilik atau pendiri Klinik Pratama Rumah Engedi di Kelapa Gading, Bali, Surabaya dan Singapura," imbuh Kamaruddin.

ABB yang dituduh sebagai pembuat akta nikah abal-abal dan pengedit foto pernikahan Basri dengan V, juga ditampik.

Menurut Kamaruddin, ABB yang tadinya kuasa hukum V, diperintah perempuan itu untuk mencatatkan pernikahan dan hasilnya keluar akta perkawinan istimewa dari kantor catatan sipil Jakarta Utara. Akta ini keluar setelah Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengesahkan pernikahan melalui keputusan pengadilan No.198.

"Foto diedit untuk mengingatkan ke pendeta pernah memberkati pernikahan keduanya. Foto itu bukan yang dipakai untuk akte. Foto yang diedit asli foto klien kami bersanding bersama," jelas Kamaruddin.

"Seluruh keterangan yang saya sampaikan ini merupakan pengakuan atau pernyataan dari klien kami," sambungnya.

Mediasi antara kedua pihak, kata Kamaruddin sesungguhnya sudah pernah dilakukan. Kleinnya bahkan telah mengembalikan sertifikat tanah di kawasan Bintaro tersebut. Adapun V, ABB hingga Muhammad Husein Hosea, kini ditahan di Polda Metro Jaya akibat kasus ini.

"Tapi bukan itu yang mereka inginkan, tapi surat kawin dibatalkan. Itu klien saya makanya tidak mau, karena klien kami benar-benar menikah dengan almarhum," tandas Kamaruddin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0