Ternyata Aspri Imam Nahrawi Juga Terima Uang Rp 2 Miliar Dari Taufik Hidayat :: Nusantaratv.com

Ternyata Aspri Imam Nahrawi Juga Terima Uang Rp 2 Miliar Dari Taufik Hidayat

Keterangan ini muncul saat Jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan Candra
Ternyata Aspri Imam Nahrawi Juga Terima Uang Rp 2 Miliar Dari Taufik Hidayat
Asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum / Foto: Liputan 6

Jakarta, Nusantaratv.com - Asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum dikatakan telah menerima uang sebesar Rp 2 miliar yang diberikan oleh pebulu tangkis senior Taufik Hidayat untuk Menpora Imam Nahrawi.

Hal itu diakui oleh Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (PPK Satlak Prima), Candra Bekti saat bersaksi dalam sidang kasus dana hibah yang diajukan oleh KONI pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.

Keterangan ini muncul saat Jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan Candra.

Dalam BAP itu, Candra pernah mendengar dari Edward alias Ucok, mantan PPK Satlak Prima, yang dimintai uang sebesar Rp 2 miliar oleh Tommy Suhartanto, Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima untuk Menpora Imam Nahrawi.

Kala itu, Candra mengetahui jika Ucok mengonfirmasi permintaan tersebut ke Zainun. Zainun adalah staf khusus Candra.

Dari keterangan itu ternyata uang itu diminta untuk diserahkan kepada Taufik Hidayat. Kala itu, Taufik merupakan Wakil Ketua Satlak Prima.

  1. Ngeri, Tagihan Kartu Kredit Asisten Pribadi Imam Nahrawi Rp244 juta

Ucok melalui temannya, menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Taufik Hidayat. Setelah itu, Edward mengonfirmasi kepada Taufik Hidayat dan disampaikan bahwa uang tersebut sudah diambil oleh Miftahul Ulum.

"Betul saudara mendengar ini?" tanya Jaksa dalam sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Jumat (21/2/2020).

Mendengar BAP yang dibacakan oleh Jaksa KPK, Candra pun mengakui dia mendengar hal itu.

"Iya, betul. ini juga ada temuan BPK terkait dengan PPK-nya si Edward alias Ucok ini. Karena ada temuan, Ucok tidak lagi PPK, saya yang sudah menggantikan beliau, mengganti si Edward," kaya Candra.

Cnadra juga mengungkapkan bahawa, temuan BPK itu menunjukkan adanya masalah anggaran Satlak Prima sebesar Rp 10 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan oleh Edward.

"Iya Kemudian Saya panggil Ucok, ini harus clear kalau tidak nanti disclaimer saya bilang. Edward ceritanya yang Pak Jaksa bacakan tadi," ujarnya.

Jaksa KPK pun kembali menegaskan kepada Candra terkait kebenaran uang Rp2 miliar itu diberikan ke Taufik Hidayat untuk diberikan kepada Miftahul Ulum.

"Iya saya dengar itu saja," kata Candra.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0