Terbukti Terima Suap Rp346 Juta, Eks Ketum PPP Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Bui :: Nusantaratv.com

Terbukti Terima Suap Rp346 Juta, Eks Ketum PPP Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Bui

Muhammad Romahurmuziy Secara Sah dan Terbukti Melakukan Tindak Pidana Korupsi Terkait Kasus Jual-Beli Jabatan di Kemenag.
Terbukti Terima Suap Rp346 Juta, Eks Ketum PPP Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Bui
Eks Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy divonis dua tahun penjara. (Tribunnews)

Jakarta, Nusantaratv.com - Eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy (Rommy) divonis dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Dia terbukti menerima suap dalam kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), yakni sebesar Rp91,4 juta dari Muafaq Wirahadi (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten gresik), dan Rp255 juta dari Haris Hasanuddin (Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur).

Ketua Majelis Hakim, Faszal Hendri menegaskan, Rommy secara sah dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait kasus ini.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan hukuman penjara 2 tahun denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara," ujar Fahzal saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (20/1/2020).

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan ada beberapa pertimbangan yang memberatkan Rommy, di antaranya perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hakim juga melihat hal yang meringankan, seperti terdakwa mengakui perbuatannya dan tidak pernah dihukum sebelumnya. Selain juga berlaku sopan, memiliki tanggungan keluarga, mengembalikan uang yang diterima, dan tidak menikmati uang yang diterima.

"Apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti pidana kurungan selama 3 bulan," terang Fahzal.

Putusan yang dijatuhkan pada suami dari Henny Widiyanti itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), yakni pidana kurungan penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan.

Majelis hakim juga tidak menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp46,4 juta. Dengan demikian, tuntutan yang dilayangkan jaksa tidak dikabulkan Majelis Hakim.

Rommy dinilai melanggar Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Serta melanggar Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0