Tak Menutup Kemungkinan Korban Tewas Rusuh 22 Mei Akibat Senjata Polisi :: Nusantaratv.com

Tak Menutup Kemungkinan Korban Tewas Rusuh 22 Mei Akibat Senjata Polisi

Korban tewas kerusuhan 22 Mei dimungkinkan akibat peluru aparat
Tak Menutup Kemungkinan Korban Tewas Rusuh 22 Mei Akibat Senjata Polisi
Kadiv Humas Polri Muhammad Iqbal

Jakarta, Nusantaratv.com - Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan siapapun bisa diperiksa terkait korban tewas akibat peluru tajam ketika kerusuhan 22 Mei. Tak terkecuali internal Polri.

Namun, menurutnya sebelum 22 Mei 2019, Densus 88 Antiteror menangkap kelompok teroris yang bermaksud menunggangi aksi di sekitar Bawaslu.

Ketika itu pihaknya juga sempat meminta masyarakat berhati-hati, termasuk tak ikut turun ke jalan. Karena tak menutup kemungkinan kelompok tersebut nekat mencelakai massa aksi 22 demi mencapai tujuannya, bahkan dengan memakai senjata api.

"Bahwa beberapa kelompok ini berniat melakukan aksinya saat pesta demokrasinya, bahkan testimoninya saya buka. Bahkan saya minta jangan turun ke jalan.

Kemarin juga saya buka saat konferensi pers ada pihak yang memiliki senjata mematikan," ujar Iqbal di kantornya, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Di samping itu, polisi juga menggagalkan rencana dari pihak lain, seperti dalam kasus penyelundupan senjata api, yang keterangan dan pengakuan para tersangka disampaikan secara langsung ke publik.

"Artinya itu yang ketahuan. Mungkin ada pihak lain yang belum sempat kita gagalkan, saat ini sedang kita bekerja.

Mungkin saja ingat, pihak ketiga, tiga yang sudah kita gagalkan dan lainya sedang kita lakukan upaya pendalaman dalam hal ini," paparnya.

Menurut Iqbal, kerusuhan yang meluas 22 hingga ke kawasan asrama Polri, Petamburan, Jakarta Barat, memungkinkan terjadinya penembakan dengan peluru tajam.

Karena di lokasi itu terdapat sejumlah anggota kepolisian yang tidak bertugas mengamankan aksi, dan keluarganya.

"Bisa saja dari petugas (lepas peluru tajam), tapi tolong dari dipahami jangan diambil celah pembicaraan saya ini ya. Petugas itu bukan dari personel pengamanan.

Bisa saja petugas yang diserang, dijarah, kan ada asrama Petamburan, ada instalasi polisi yang diserang, anaknya, istrinya. Sedang kita dalami. Itu," jelasnya.

Terkait penyebab korban tewas kerusuhan, Iqbal mengakui belum dibuka ke publik, lantaran kesimpulan penyelidikan yang belum tuntas. 

"Jadi begini tidak klarifikasi atau konferensi pers saya kemarin untuk mem-framing macam-macam. Kita cuma menyampaikan fakta hukum.

Fakta hukum kepada seseorang yang dengan sengaja terbukti melakukan perbuatan tindak pidana.

Ya. Buktinya banyak, aksinya ada, sudah kita gelar, tadi ada yang mengatakan Pak Iqbal ada yang mengatakan akan melaporkan bapak, risiko. Ada mekanisme," tandasnya. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0