Soal Ini, Jokowi Dituding Istimewakan Novel Baswedan :: Nusantaratv.com

Soal Ini, Jokowi Dituding Istimewakan Novel Baswedan

Jokowi dianggap tak memberikan perhatian yang sama seperti saat penyerangan terhadap Novel
Soal Ini, Jokowi Dituding Istimewakan Novel Baswedan
Novel Baswedan. (Kompas.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai seperti memberi keistimewaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Baca juga: Ini Kejanggalan Penangkapan Penyerang Novel Versi Tim Advokasi

Penyebabnya, Novel dianggap tak diproses hukum dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, saat pria itu menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu. 

"Presiden Jokowi seakan memberi keistimewaan kepada Novel, hanya karena dia penyidik KPK," ujar Koordinator Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) Wiryawan, saat berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Kamis (5/3/2020). 

Jokowi dianggap mengistimewakan Novel, karena saat penyidik senior KPK itu menjadi korban penyerangan, mantan Wali Kota Solo tersebut memberikan atensi khusus. Namun dalam 'kasus sarang burung walet', Jokowi dinilai GMPK tak memberikan perhatian yang sama. 

"Di sisi lain Pak Jokowi sudah memerintahkan Bareskrim untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan," kata Wiryawan. 

"Tapi di sisi lain juga, kalau Bapak Jokowi mau adil terhadap warganya, maka Bapak Jokowi harus memerintahkan, entah itu Kejaksaan Agung maupun Mabes Polri. Untuk mengadili Novel Baswedan. Karena sampai hari ini Novel belum tersentuh oleh hukum, belum tersentuh sama sekali," imbuh dia. 

GMPK mengaku takkan berhenti mengawal kasus ini. Termasuk saat kasus nanti akhirnya disidangkan sekalipun. 

"Kita sudah delapan kali menggelar aksi ini. 
Aksi kami akan berlangsung masih lama, bisa sampai bulan depan. Kita akan tetap mengawal kasus ini apabila nanti akhirnya masuk persidangan," jelasnya.  

Diketahui, Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B-03/N.7.10/Ep.1/02/2016 yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Bengkulu terhadap kasus yang melibatkan Novel tersebut telah dicabut. Hal ini sesuai hasil sidang praperadilan.

Namun proses pidana tak dilanjutkan pihak Kejaksaan. Alasannya, kasus Novel dianggap tidak cukup bukti dan telah kadaluarsa.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0