Sindikat Penjual Sabu 1,5 Kg dari Malaysia-Indonesia Dibongkar :: Nusantaratv.com

Sindikat Penjual Sabu 1,5 Kg dari Malaysia-Indonesia Dibongkar

Salah satu pelaku telah ditahan polisi Malaysia
Sindikat Penjual Sabu 1,5 Kg dari Malaysia-Indonesia Dibongkar
Anggota sindikat perdagangan sabu-sabu internasional ketika ditangkap petugas Polda Metro Jaya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota sindikat perdagangan narkoba internasional ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada Agustus 2019 lalu. Pelaku yang berinisial RUD, ZUL, WAN, LIS, TK, MIN, BUS dan JOEL, mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu ke Malaysia-Batam-Jakarta.

"Empat tersangka kita tangkap di Jakarta dan sisanya ditangkap di Batam," ujar Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Awalnya, polisi menangkap RUD dan ZUL di Hotel Ayusa, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/8/2019) lalu. Dari kamar hotel tersebut, didapat sekitar 500 gram sabu. Kedua pelaku membawa sabu dari Pelabuhan Batu Ampar Batam ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan menumpang kapal.

"Sabu itu dibawa dengan cara disembunyikan dalam sepatu yang dipakai oleh kedua tersangka," jelas Calvijn.

ZUL dan RUD sendiri menerima sabu dari tersangka WAN. Polisi lalu meringkus WAN di Batam serta menginterogasinya. WAN mengaku mendapat barang dari DPO berinisial Y. Buronan itu disebut memerintahkan tersangka JOEL untuk menyerahkan sabu 1,5 kg kepada ZUL dan RUD, untuk selanjutnya dibawa dan diedarkan di Jakarta.

Kendati total barang bukti yang yang diserahkan kepada ZUL dan RUD sebanyak 1,5 kilogram, polisi hanya mendapati 500 gram sabu di Hotel Ayusa saat menangkap kedua pelaku. Sebab, 1 kg sabu sudah diserahkan ZUL dan RUD kepada tersangka LIS.

LIS kemudian diciduk di sebuah kontrakan di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur pada 10 Agustus. Kepada polisi, LIS mengaku diperintahkan TK untuk mengambil 1 kg sabu dari RUD dan ZUL.

"Sedangkan tersangka TK diperintahkan oleh tersangka MIN untuk mengambil barang tersebut," kata Calvijn.

Polisi akhirnya meringkus MIN di Tangerang pada 10 Agustus 2019. MIN mengaku memesan 1 kilogram sabu dari DPO berinisial Bule yang berada di Malaysia dengan harga Rp 500 juta. Meski begitu, uang yang dibayarkan baru Rp 35 juta.

Setelah ditelusuri, rekening yang dipakai Bule untuk menerima uang dari MIN ternyata atas nama tersangka BUS. Polisi lalu menciduk BUS di Batam pada 12 Agustus 2019. BUS mengaku Bule telah ditahan karena kasus narkoba oleh polisi Malaysia.

"BUS mengakui rekeningnya memang digunakan untuk menampung hasil penjualan sabu Bule," jelas Calvijn.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau hukuman mati.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0