Polri Minta Penjualan Bahan Pokok Dibatasi :: Nusantaratv.com

Polri Minta Penjualan Bahan Pokok Dibatasi

Upaya ini guna mencegah aksi borong masyarakat dan para spekulan harga di tengah wabah corona
Polri Minta Penjualan Bahan Pokok Dibatasi
Pusat perbelanjaan.

Jakarta, Nusantaratv.com - Markas Besar (Mabes) Polri meminta penjualan bahan pokok dibatasi. Upaya ini guna mengantisipasi aksi borong bahan pokok di masyarakat serta permainan spekulan, menyikapi mewabahnya virus corona di Indonesia. 

Baca juga: PDP Corona Meninggal di RSUP Adam Malik 

Permintaan ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri. 

"Iya, surat edaran itu dikeluarkan untuk mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan lebih," ujar Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Daniel Tahi Monang, Selasa (17/3/2020).

Surat edaran yang salah satunya ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia itu isinya:

"Untuk menjamin ketersediaan bapokting (bahan pokok dan bahan penting) dan komoditas pangan lainnya, diminta kepada Ketua untuk melakukan pembatasan setiap transaksi pembelian untuk kepentingan pribadi sebagai berikut:
a. beras maksimal 10 kg
b. gula maksimal 2 kg
c. minyak goreng maksimal 4 liter
d. mie instan maksimal 2 dus."

Menurut Daniel sejauh ini belum ada pihak-pihak yang berupaya melakukan permainan harga bahan pangan. 

Meski begitu ia mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah bahan pokok. Hal itu lantaran dipengaruhi meningkatnya permintaan.

"Itu hanya karena kebutuhan meningkat, jadi harga naik. Kalau ada upaya permainan harga jelas akan kami tindak," jelas Daniel.

Polri meminta kepada masyarakat untuk tak membeli bahan pokok dalam jumlah banyak. Daniel pun menegaskan bahwa stok bahan pangan masih tersedia untuk masyarakat.

"Kenaikan harga itu kan salah satunya juga karena ibu-ibu pada panik. Makanya saya imbau jangan panik, semua stok tercukupi," tandas Daniel.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0