Polisi Tangkap Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat :: Nusantaratv.com

Polisi Tangkap Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat

Polisi Tangkap Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat
Konferensi pers penangkapan penipuan bermodus menjual apartemen di Tangerang Selatan, Kamis (22/8/2019).

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi dari Subdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang menjual apartemen fiktif di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Pelaku antara lain berinisial AS, KR, dan PJ.

Sebanyak 455 orang menjadi korban aksi tersangka. Total kerugian korban mencapai Rp 30 miliar.

"Korban mencapai 455 orang, tetapi yang sudah melapor baru 26 orang," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

Ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam menjalankan aksinya. Mulanya, pelaku mendirikan sebuah perusahaan PT MMS pada 2016.

Tersangka AS berperan sebagai direktur utama (dirut) perusahaan periode 2016-2017, sekaligus merangkap bagian pemasaran. Untuk KR berperan sebagai dirut perusahaan periode 2017-2019, lalu PJ berperan sebagai pengendali AS dan KR, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan apartemen dan penerimaan uang pembayaran.

Lalu, para pelaku membuat brosur pemasaran Ciputat Resort Apartment dengan menawarkan harga murah, yakni Rp 150 juta dan bonus hadiah menarik bagi pembeli.

"Para tersangka menawarkan unit apartemen yang akan dijual menggunakan brosur dengan memberikan bonus yang besar sehingga para korban tertarik untuk membelinya. Ada korban yang baru membayar uang muka, tapi ada juga yang sudah (membayar) lunas," tutur Gatot.

Para tersangka berjanji penyerahan unit apartemen berlangsung pada 2019. Tapi hingga Juli 2019, belum ada pembangunan apartemen di lokasi yang dijanjikan.

PT MMS sendiri belum pernah mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tangerang Selatan.

"Mereka belum pernah mengajukan permohonan izin tapi telah memasarkan apartemen kepada konsumen. Para korban pun menagih pengembalian uang pembayaran. Namun, saat mendatangi kantor PT MMS, sudah tidak ada kegiatan lagi di sana," kata Gatot.

Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti seperti kuitansi dan bukti transfer pembayaran dari para korban, brosur Ciputat Resort Apartment serta banner pemasaran Ciputat Resort Apartment.

Polisi menjerat tersangka Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun penjara.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0