Pihak Gereja di Tanjung Balai Karimun Malah Diproses Hukum, Ini Dalih Polri :: Nusantaratv.com

Pihak Gereja di Tanjung Balai Karimun Malah Diproses Hukum, Ini Dalih Polri

Menurut Argo pemanggilan agar diketahui kejadian sebenarnya
Pihak Gereja di Tanjung Balai Karimun Malah Diproses Hukum, Ini Dalih Polri
Gambar Gereja Katolik Paroki Santo Joseph. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polres Karimun memanggil panitia pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai, Karimun, Kepulauan Riau. Pemanggilan terhadap Romesko Purba ini, karena adanya laporan bahwa pria itu diduga menyampaikan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap umat Islam melalui media sosial Facebook.

Baca juga: Jokowi Perintah Polri Tindak Penolak Pembangunan Gereja di Tanjung Balai Karimun 

Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono, mengungkapkan alasan pihaknya memanggil Romesko.

"Yang bersangkutan dimintai keterangan untuk mengetahui kejadian atau peristiwa yang sebenarnya seperti apa," kata Argo, Minggu (16/2/2020).

Lebih lanjut, Argo tak menjawab apakah nantinya Romesko akan tetap diproses hukum atau tidak.

Romesko sendiri diketahui dipanggil pihak kepolisian pada 14 Februari 2020 lalu.

Sebelumnya, pengerjaan bangunan Gereja Katolik Paroki Santo Joseph dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga.

Warga ingin aktivitas gereja dipindahkan dan bangunannya dijadikan cagar budaya. Bahkan, dalam salah satu unjuk rasa, massa menuntut Romesko diusir dari Karimun.

Saat ini kelanjutan pembangunannya masih menunggu putusan pengadilan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menko Polhukam Mahfud Md, mengambil tindakan tegas terhadap penolak renovasi. Sebab, menurutnya kebebasan beragama dijamin undang-undang.

Di samping itu, jika dibiarkan peristiwa ini bisa menjadi preseden buruk yang bisa merambat ke daerah lainnya.

"Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0