Pembunuh Siswa Taruna Nusantara Daftar Kuliah, Keluarga Korban Tak Terima :: Nusantaratv.com

Pembunuh Siswa Taruna Nusantara Daftar Kuliah, Keluarga Korban Tak Terima

Pelaku tahun depan akan menjalani bebas bersyarat
Pembunuh Siswa Taruna Nusantara Daftar Kuliah, Keluarga Korban Tak Terima
Siswa SMA Taruna Nusantara. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Keluarga Kresna Wahyu Nurachmad, siswa kelas X SMA Taruna Nusantara yang jadi korban pembunuhan sadis temannya, AMR, tak terima atas diizinkannya sang pelaku keluar lapas guna mendaftar kuliah. Keluarga rencananya bakal melayangkan surat keberatan mengenai izin tersebut. 

Baca juga: Habis Bunuh Bayi Kandung, Ayah Gorok Leher Sendiri

"Nanti kita mau layangkan surat ke sana, surat ke lapas, surat keberatan," kata paman korban, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Minggu (13/10/2019). 

Dudung menilai, Kalapas seharusnya tak memberikan izin kepada AMR keluar lapas untuk mendaftar kuliah. Sebab, menurut Gubernur Akademi Militer (Akmil) itu, apa yang dilakukan AMR kepada keponakannya sangatlah keji. 

"Memang dia UU anak ya, tetapi ya dia kan sudah dewasa sekarang. Kalau kenakalan-kenakalan anak boleh lah mencuri atau apa. Ini jelas membunuh kok. Dan bunuhnya sadis gitu lho. Kita enggak terima lah kalau gitu," kata dia. 

Terkait kabar bahwa pelaku pembunuhan sang keponakan bakal menjalani bebas bersyarat, Dudung menyebut hal tersebut mustahil.

"Oh enggak mungkin. Enggak, enggak mungkin bebas bersyarat," jelas Dudung. 

Diketahui, AMR diizinkan keluar lapas untuk mendaftar kuliah. Kepala LPKA Kelas I Tangerang Darma Lingganawati menegaskan dikeluarkannya izin untuk AMR kursus sudah sesuai dengan prosedur.

"Yang bersangkutan Andi Muhammad Ramadhan kasus 340 KUHP mengajukan kursus karena sudah menyelesaikan SMK-nya di LPKA," ujar Lingga.

Pengajuan untuk kursus di luar lingkungan LPKA, yang dulu disebut Lapas Anak, dinilai Lingga sudah melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada 23 Juli 2019. 

Untuk proses pendaftaran, AMR, menurutnya memang diwajibkan ikut tes di luar LPKA. Karenanya, LPKA, sambung Lingga, memberikan izin keluar bagi AMR dengan prosedur (SOP) yang berlaku.

"Pada Jumat, 27 September 2019, keluarga bermohon harus ada tes wawancara secara fisik. Siang itu juga saya perintahkan pejabat (terkait) siapkan semua sesuai SOP, TPP mengizinkan," kata dia.

Lingga memastikan, AMR saat ini belum menjalani proses perkuliahan. AMR keluar dari lingkungan LPKA baru sebatas untuk mengikuti tes.

AMR merupakan napi pembunuhan siswa kelas X SMA Taruna Nusantara, Kresna Wahyu Nurachmad. AMR menjalani persidangan di PN Kabupaten Magelang pada April 2017. Pada putusan terakhir yang berkekuatan hukum tetap, AMR, menurut Lingga, divonis 8 tahun penjara.

"Yang bersangkutan AMR tahun depan sudah boleh ikut program pembebasan bersyarat karena sudah menjalani dua pertiga masa pidana," tandasnya.  

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0