Modus Korupsi Asabri dan Jiwasraya Serupa, Benarkah Melibatkan Orang yang Sama? :: Nusantaratv.com

Modus Korupsi Asabri dan Jiwasraya Serupa, Benarkah Melibatkan Orang yang Sama?

Modus Operandi Korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan PT Asuransi Jiwasraya Dinilai Memiliki Kemiripan.
Modus Korupsi Asabri dan Jiwasraya Serupa, Benarkah Melibatkan Orang yang Sama?
Menko Polhukam Mahfud MD. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mega korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) muncul ke permukaan dalam beberapa pekan terakhir. Diduga korupsinya mencapai Rp10 triliun.

Kasus ini menyusul skandal korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, yang juga bernilai fantastis, yakni mencapai Rp13 triliun. Modus operandi korupsi di kedua perusahaan asuransi itu dinilai memiliki kemiripan.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, awal pekan ini. Bahkan, menteri asal Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim) itu, menyatakan kemungkinannya juga sejumlah pelaku dugaan korupsi di PT Asabri diduga ikut melakukan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

"Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Mungkin ada beberapa orangnya yang sama," ujar Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: Kejagung Tahan Eks Dirut Jiwasraya, Erick Thohir: Tegas Tak Pandang Bulu 

Kendati demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu enggan membeberkan secara detail terkait modus dan pelaku dalam korupsi bernilai fantastis tersebut. Namun, dia memastikan bakal membongkar dugaan korupsi tersebut karena merugikan banyak pihak, utamanya personel TNI.

Mahfud MD menyayangkan uang asuransi milik prajurit TNI tersebut dikorupsi. Menurutnya, prajurit tidak memiliki nafkah lain selain dari negara selama berkarir. Bahkan, dia menyebut pesiunan militer tidak memiliki tempat tinggal karena harus keluar dari asrama.

Diungkapkannya, PT Asabri semula berupa yayasan. Selain itu, korupsi pernah terjadi di Asabri pada tahun 2000-an. Kasus ini melibatkan TNI aktif dan swasta. "Sekarang kok terjadi lagi sesudah negara mengeluarkan duit untuk prajurit," tuturnya.

Disisi lain, pada Selasa (14/1/2020), Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tersangka dan menahan lima orang terkait kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Mereka adalah mantan Direktur Utama (Dirut) Jiwasraya Hendrisman Rahim, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Tram Heru Hidayat, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. 

Mereka mengenakan rompi tahanan dan ditahan di rumah tahanan (rutan) yang berbeda-beda, setelah diperiksa penyidik. Mereka ditahan untuk 20 hari ke depan.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0