KSAD Jamin Karir Prajurit yang Dihukum Karena Istri Tak Mati :: Nusantaratv.com

KSAD Jamin Karir Prajurit yang Dihukum Karena Istri Tak Mati

Karir ketujuh prajurit masih tetap bisa diperbaiki usai hukuman dan pembelajaran
KSAD Jamin Karir Prajurit yang Dihukum Karena Istri Tak Mati
KSAD Jenderal Andika Perkasa. (Liputan6.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sebanyak tujuh prajurit TNI AD dihukum karena terkait unggahan di media sosial (medsos). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan, sanksi dijatuhkan bukan untuk mematikan karir para prajurit tersebut. 

Baca juga: Jabatan Anggota TNI Dicopot Akibat Istri 'Nyinyir', Menhan: Risiko

"Hukuman disiplin ini sebetulnya adalah pembinaan, karena sebetulnya opsi yang kami punya itu ada beberapa. Ada hukuman disiplin militer itu yang paling ringan, kemudian ada hukum pidana militer," ujar Andika di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Jika diproses melalui peradilan militer, kata dia, hukuman yang dihadapi para prajurit akan lebih berat. Bisa ada tambahan hukuman pemberhentian dari TNI.

"Konsekuensi (peradilan) lebih berat dan sangat sering terjadi, hukuman tambahan berupa pemberhentian dengan hormat dari dinas keprajuritan, dan ada opsi ketiga langsung ke pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas keprajuritan," papar Andika. 

Karena itu, pihaknya menghindari memberi hukuman lewat peradilan militer, sebab bisa berdampak pada karir mereka. Dengan dasar hukum disiplin militer, karir ketujuh prajurit masih tetap bisa diperbaiki usai hukuman dan pembelajaran.

"Saya melihat bahwa anggota kita adalah anggota-anggota yang sebenarnya adalah prajurit yang bagus, kami harus mengingatkan karena sudah berkali-kali kita ingatkan agar kita lebih bertanggungjawab. Tapi juga kami tidak ingin mematikan karir mereka," tutur Andika.

"Saya ingin mereka tetap punya kesempatan setelah hukuman disiplin militer ini dijalani mereka masih punya kesempatan yang sama. Mereka bisa kembali ke tracknya lagi, bisa menjadi pimpinan-pimpinan kita karena sudah banyak contoh yang dialami para senior yang juga pernah tapi pelajar, maksudnya pernah tersandung tapi kemudian belajar memperbaiki diri sehingga menjadi prajurit yang lebih profesional," imbuh dia.

Kendati enam anggota TNI AD di antaranya dihukum karena perbuatan istrinya, menurut Andika mereka adalah prajurit-prajurit yang bagus dan masih bisa memperbaiki diri.

"Dan kami ingin di bawah kepemimpinan mereka kelak, maka AD menjadi organisasi yang lebih profesional. Jadi mekanismenya mekanisme intern, yang bisa menjatuhkan hukuman disiplin militer," imbuh Andika.

KSAD pun mengingatkan kepada para prajurit untuk bisa menjaga keluarganya. Andika memastikan, sudah ada aturan dari pimpinan teratas TNI berjenjang hingga satuan-satuan di bawahnya, agar prajurit dan keluarga bijaksana dalam bermedia sosial. Ada larangan soal postingan hingga komentar yang berbau hoax dan provokatif.

"(Soal) keluarga seperti yang sudah saya bilang tadi sudah kita berkali-kali, dan setiap kali kita memberikan ke satuan bawah, itu memang karena ada insiden. Jadi bukan karena adanya iseng-iseng kita keluarkan perintah, tidak," jelasnya. 

"Ada insiden yang melibatkan anggota maupun keluarganya juga itu yang digunakan sebagai dasar maka kita kembali mengeluarkan perintah mengingatkan lagi pastikan mereka juga menjaga keluarganya. Sehingga pada suatu saat pada akhirnya Agustus tahun lalu kita memerintahkan tindak tegas anggota maupun keluarganya. Karena kita tidak ingin AD dilihat dari luar sebagai atau memiliki penilaian yang tidak sejalan dengan nilai kami," sambung Andika.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0