KPK Bakal SP3 4 Kasus, Apa Saja? :: Nusantaratv.com

KPK Bakal SP3 4 Kasus, Apa Saja?

Hal ini diungkapkan setelah Komisi III DPR bertanya saat RDP dengan KPK
KPK Bakal SP3 4 Kasus, Apa Saja?
Komisi III DPR RI saat RDP dengan KPK.

Jakarta, Nusantaratv.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk empat kasus. Alasannya, tersangka dari empat kasus itu telah meninggal dunia.

Baca juga: Komisi X Desak Menpora Malaysia Minta Maaf Secara Resmi

Mulanya, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa bertanya ada berapa banyak kasus yang kemungkinan akan dihentikan KPK. Hal ini mengingat, dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 atau UU KPK yang baru, tersedia opsi SP3. 

Menurut Desmond, adanya SP3 dalam UU KPK anyar memberikan jalan bagi KPK tak mengendapkan kasus. 

"Selama bapak-bapak menjabat komisioner ini berapa banyak yang (kasus) tidak (diselesaikan)? Ini akan jadi beban, dokumen yang tentunya tadi yang akan diserahkan pada komisioner baru. Ini ada relevansinya dengan UU KPK yang baru khususnya tentang SP3," ujar Desmond dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan KPK, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

"Kami, Komisi III, ingin minta masukan sebenarnya. Karena dalam UU KPK yang baru ada SP3. Dari sekian kasus yang lumpuh, yang tidak terselesaikan, sekian tahun dari awal sampai sekarang, ada nggak catatan-catatan yang layak diberi SP3?" lanjutnya.


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pun memberi jawaban atas pertanyaan itu. 

"Yang jelas ada empat tersangka yang sudah meninggal. Nah itu tentu akan kami terbitkan SP3. Selebihnya tidak ada, jadi hanya empat orang saja sebetulnya," jelas Alexander.

Ia tak merinci siapa saja empat tersangka yang meninggal dunia itu. Lebih lanjut, Alexander turut menjelaskan tentang keberlanjutan kasus korupsi yang mendera mantan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino. Kasus itu termasuk salah satu perkara yang mengendap di KPK.

"Itu RJ Lino ditetapkan tersangka oleh periode (pimpinan KPK) yang ketiga Pak. Kami tidak tahu waktu itu dasar penerbitannya (status tersangka) apa, tapi lebih kurangnya saya yakin pada ekspos pasti disampaikan alat bukti cukup, termasuk perkiraan kerugian negara," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0