Ketum PBNU Nilai Radikalisme di Indonesia Sudah Darurat :: Nusantaratv.com

Ketum PBNU Nilai Radikalisme di Indonesia Sudah Darurat

Wiranto berpesan agar NU waspada terhadap radikalisme
Ketum PBNU Nilai Radikalisme di Indonesia Sudah Darurat
Ketum PBNU Said Aqil Siradj (kedua dari kanan).

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum (Ketum (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai perkembangan radikalisme di Indonesia sudah darurat. Kesimpulan ini didasarkan pada peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh terduga teroris, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wiranto Ditusuk, PDIP: National Warning 

"Sudah darurat. Harus ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu yang sudah dicurigai. Harus bisa ditangkap sebelum berbuat," ujar Said kala menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Said turut menyampaikan pesan Wiranto kepada NU. Organisasi pimpinannya diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap radikalisme di Indonesia.

"Pesan beliau juga pada semua teman-teman NU, meningkatkan kewaspadaan dengan amaliah dari kelompok tertentu yang sangat nekat, dan tanpa ada kasih sayang atau kemanusiaan," tuturnya.

Menyikapi pernyataan Wiranto, Said pun menyimpulkan penanganan radikalisme harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk NU. NU bisa berperan menyebarkan sikap kontra terhadap radikalisme.

"Kalau NU tugasnya kan kontra radikalisme. Dengan ajaran, dengan taklim, dengan penyadaran. Kalau deradikalisasi ya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Kalau penangkapan Densus," jelasnya.

Wiranto ditusuk Syahril atau Abu Rara (31) menggunakan senjata tajam jenis kunai, saat hendak menaiki helikopter untuk kembali ke Jakarta, di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Ia sebelumnya berkunjung ke Universitas Mathla'ul Anwar (Unma).

Polisi telah menangkap Abu Rara dan istrinya, Fitria Andriana (21) usai kejadian. Sementara Wiranto yang sempat dilarikan ke klinik setempat dan RSUD Pandeglang, akhirnya dirujuk ke RSPAD untuk dioperasi. Ia terkena dua luka tusuk dalam. Wiranto kini dalam kondisi pemulihan usai operasi.

Abu Rara dan istri kini dibawa dan ditahan di Mabes Polri, Jakarta, sejak Kamis (10/10/2019). Petugas Densus 88 Antiteror Polri juga telah menangkap terduga teroris di Bali, yang memiliki hubungan dekat dengan Abu Rara.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0