Kapolri Minta Masa Tugas Satgas Anti Mafia Bola Diperpanjang, Buat Apa? :: Nusantaratv.com

Kapolri Minta Masa Tugas Satgas Anti Mafia Bola Diperpanjang, Buat Apa?

Satgas berjanji menjadikan sepak bola Indonesia bersih dari suap
Kapolri Minta Masa Tugas Satgas Anti Mafia Bola Diperpanjang, Buat Apa?
Konferensi pers Satgas Anti Mafia Bola.

Jakarta, Nusantaratv.com - Kapolri Jenderal Idham Azis meminta masa kerja Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola diperpanjang. Keputusan ini disampaikan Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Buka Pengobatan Sinus Ilegal, Dokter Asal China Ditangkap Polisi 

Diketahui, masa kerja Satgas Anti Mafia Bola Jilid II berlaku selama empat bulan mulai Agustus sampai Desember 2019. Tugas utama Satgas melakukan pengawasan serta pemantauan terkait dugaan match fixing atau pengaturan skor di 13 wilayah digelarnya Liga 1 2019. 

"Harapan kami setelah masa kerja Satgas Anti Mafia Bola Jilid 1 dan II ini berakhir, ke depan tidak ada lagi tindak match fixing. Tapi saat saya laporkan, Kapolri Idham Azis memerintahkan untuk melanjutkan Satgas ini," ujar Hendro. 

Pasca permintaan Idham, menurut Hendro tim langsung menggelar rapat koordinasi guna menyiapkan administrasi dan rencana kerja sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan. 

"Kami akan segera selesaikan administrasi dan bekerja untuk memenuhi harapan masyarakat yakni untuk mewujudkan sepak bola yang bersih dan bermartabat," jelasnya.

Selama empat bulan masa kerja, kata Hendro Satgas Anti Mafia Bola Jilid II  Hendro sudah melakukan tiga hal pokok, salah satunya menyelesaikan perkara yang belum selesai di masa tugas sebelumnya.

Seperti dua laporan polisi pada kejadian bulan Januari 2019, dengan tersangka LP dan BW. Berkas keduanya sudah dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU) dan sudah P21, atau dinyatakan lengkap.

"Ada beberapa hal lain yang harus kami penuhi yakni penambahan pemeriksaan kepada tersangka, saksi dan alat bukti," tutur Hendro.

"Kasus kedua dengan tersangka H yang pada November 2019 meninggal dunia sehingga pada 23 Desember 2019 kami hentikan penyidikannya dan sudah SP3," imbuhnya.

Apabila masih ditemukan pengaturan skor di kompetisi Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3, Satgas meminta masyarakat menghubungi kepolisian melalui call center, sehingga bisa segera diproses hukum. 

Adapun mengenai kasus dugaan pengaturan skor yang terjadi pada 21 November 2019 dalam pertandingan antara Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang, menurut dia telah dilakukan penangkapan terhadap enam tersangka, yang berasal wasit dan manajer dari Persikasi. 

"Telah dilakukan penyidikan dan penahanan dan pemberkasan pada tanggal 16 Januari 2020 dan berkas perkaranya dinyatakan P21 dan pada 19 januari 2020 kami menyerahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Sumedang," kata Hendro.

"Total, Satgas Anti Mafia Bola ini sudah menangani tiga laporan dengan delapan tersangka dan satu masih dugaan untuk dipenuhi kelengkapannya untuk tersangka BW," sambung Karo Provos Divisi Propam Polri.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0