Kapal Pesiar Asal Malaysia Selundupkan 37 Kg Sabu :: Nusantaratv.com

Kapal Pesiar Asal Malaysia Selundupkan 37 Kg Sabu

Kapal pesiar asal Malaysia ditangkap polisi karena selundupkan 37 kg sabu-sabu
Kapal Pesiar Asal Malaysia Selundupkan 37 Kg Sabu
Kapal pesiar penyelundup 37 kg sabu asal Malaysia

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktorat Tindak Pidana IV Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sindikat Malaysia-Jakarta dengan menggunakan yatch atau kapal pesiar bernama Karenliner. Sebanyak 37 kilogram sabu-sabu disita dari penangkapan yang dilakukan pada Selasa, 4 Juni 2019, jam 09.30 WIB itu. 

Wakil Direktur Tindak Pidana IV Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Siregar menjelaskan dari pengungkapan ini empat warga negara (WN) Malaysia ditangkap, antara lain berinisial MIF, SHN, SLH dan RHM.

"Penangkapan di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan Baru Naraya No 09, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Karena mengangkut 37 kilogram sabu yang disembunyikan di Dapra (Vender) kapal," ujar Krisno di Kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia Marina, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019).

Kapal dinahkodai SHN dan satu orang anak buah kapal (ABK) RHM, yang ditangkap lebih dulu. Kapal berangkat dari Dermaga Pelabuhan Senibong Cove Marina, Johor Malaysia.

Usai menangkap MIF, SHN, SLH dan RHM, polisi kembali membekuk tersangka IKZ, yang berada di Dermaga Marina. Aparat pun meringkus MHS di Hotel Aston Pluit, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.35 WIB, Selasa (4/6/2019), yang berperan sebagai pengendali serta mengedarkan sabu setelah sampai di Jakarta.

"Untuk tersangka MIF berperan sebagai pengendali atau pengawas pengiriman sabu yang ikut di kapal pesiar. IKZ sebagai penjemput sabu dari kapal setelah sampai di Jakarta, SHN sebagai nahkoda kapal pesiar," imbuh dia.

Adapun SLH berperan menjaga dan memindahkan sabu dari tempat yang di sembunyikan di dalam pelampung ke dalam koper. Untuk RHM bertugas menjaga serta memindahkan sabu dari tempat yang di sembunyikan di dalam pelampung ke dalam koper, dan MHS sebagai pengendali jaringan di Jakarta.

Sebagai barang bukti disita dua buah koper warna hitam yang di dalamnya berisi 37 bungkus plastik berwarna hijau dengan tulisan mandarin yang di dalamnya berisi sabu.

"Lalu ada satu unit kapal pesiar Malaysia Karenliner beserta surat-surat, enam buah passport Malaysia dan 10 buah handphone berbagai merk," ucapnya.

Polisi masih mengejar satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang berinisial HA.

"Sabu dibawa dari Pelabuhan Senibong Cove Marina Malaysia di bawa ke Jakarta melalui jalur laut dengan kapal pesiar dan tiba di dermaga atas perintah HA (DPO)," jelas Krisno. 

Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Subsider Pasal 113 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan lebih subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 115 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tim masih lakukan pengembangan terhadap sindikat jaringan di Malaysia dan di Indonesia yang masih dalam pengejaran (DPO) dan bekerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk membongkar sindikat kejahatan terorganisir Malaysia Indonesia yang mengendalikan kasus ini," tandas Krisno. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0